Bantentv.com – Pasien asal Banten yang sedang menjalani pengobatan di Jakarta kini tidak perlu lagi bolak-balik perjalanan. Melalui Rumah Singgah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di Jakarta, pasien dan pendamping dapat tinggal sementara secara gratis selama menjalani perawatan.
Informasi mengenai Rumah Singgah milik Pemprov Banten ini semakin banyak diketahui masyarakat. Salah satunya melalui media sosial Gubernur Banten Andra Soni di akun Instagram @andrasoni_12.
Seperti disampaikan Haris Sudianto (57), warga Cikande, Kabupaten Serang. Ia saat ini mendampingi istrinya yang menjalani pengobatan kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.
“Saya tahu rumah singgah ini dari media sosial gubernur. Setelah itu saya hubungi pengelola dan akhirnya bisa tinggal di sini,” ujar Haris di Rumah Singgah Pemprov Banten, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca Juga: Pemprov Banten Hadirkan Rumah Singgah bagi Warga yang Berobat di Jakarta, Ini Fasilitasnya!
Menurutnya, keberadaan Rumah Singgah sangat membantu karena sang istri harus menjalani pengobatan rutin berupa radioterapi dan kemoterapi. Sebelum mengetahui fasilitas tersebut, ia harus bolak-balik dari Cikande ke Jakarta dengan biaya transportasi yang cukup besar.
“Sekali pulang-pergi bisa sampai Rp500 ribu hanya untuk ongkos kirim. Kalau seminggu tiga sampai empat kali, sangat berat,” katanya.
Fasilitas Gratis untuk Pasien Banten
Rumah Singgah Pemprov Banten yang berlokasi di Rumah Singgah Pemprov Banten Tebet, Tepatnya di Jalan Tebet Timur Raya Nomor 51, Tebet, Jakarta Selatan, disediakan secara gratis bagi warga Banten yang menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan nasional maupun rumah sakit lainnya di Jakarta.
Rumah Singgah tersebut pertama kali diresmikan oleh Gubernur Banten Andra Soni pada 3 Maret 2025 sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat Banten yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Jakarta.
Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten, Ika Sri Erika, mengatakan Rumah Singgah merupakan bentuk pelayanan Pemprov Banten bagi masyarakat yang menjalani pengobatan di Jakarta.
Baca Juga: Andra Soni bakal Tambah Pelayanan atau Fungsi Kantor Badan Penghubung Provinsi Banten di Jakarta
Rumah Singgah ini dapat menampung hingga 20 pasien atau sekitar 40 orang jika termasuk pendamping. Selain menyediakan tempat tinggal sementara, fasilitas di dalamnya juga cukup lengkap untuk menunjang kebutuhan pasien.
Beberapa fasilitas yang tersedia di antaranya tabung oksigen, kursi roda, tempat tidur, hingga perlengkapan kebersihan dasar. Pasien juga mendapatkan layanan makan dengan standar gizi yang diperhatikan, seperti daging, sayur, buah, susu, dan makanan ringan.
Pemprov Banten juga menyediakan layanan antar-jemput pasien dari rumah singgah menuju rumah sakit dan sebaliknya.
“Transportasi kami siapkan dua mobil operasional dan satu ambulans. Ambulans diprioritaskan bagi pasien yang tidak bisa duduk, sementara mobil operasional digunakan untuk mengangkut beberapa pasien sekaligus yang menjalani kontrol di rumah sakit,” jelasnya.
Sangat Membantu Pasien
Manfaat Rumah Singgah juga dirasakan Jabidi (41), pedagang sate keliling asal Cikupa, Kabupaten Tangerang. Saat ini ia sedang menjalani pengobatan sinusitis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Baca Juga: Wali Kota Serang Salurkan Bantuan Sosial untuk Disabilitas, Lansia, dan Kelompok Rentan
Ia mengaku telah memanfaatkan fasilitas rumah singgah selama enam bulan sejak Oktober 2025.
“Alhamdulillah sangat membantu. Di sini ada tempat tinggal, makan, dan kendaraan untuk antar ke rumah sakit,” kata Jabidi.
Menurutnya, sebelum mengetahui keberadaan rumah singgah, dirinya harus menempuh perjalanan jauh dari Cikupa ke Jakarta menggunakan transportasi umum dalam kondisi tubuh yang sedang sakit.
Ke depan, Pemprov Banten berencana meningkatkan fasilitas rumah singgah, di antaranya penambahan ruang cuci pakaian, dapur, serta area jemur agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Sekarang kalau ada jadwal kontrol bisa tinggal di sini, jadi jauh lebih ringan,” ujarnya.
“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan masyarakat. Saat ini kami juga mendorong penyediaan dapur dan ruang menjemur pakaian bagi pendamping pasien,” tutup Ika.
Editor : Erina Faiha