Serang, Bantentv.com – Pemerintah Provinsi Banten menekankan pentingnya komitmen keselamatan dan kesehatan kerja bagi pelaku usaha dalam mendukung produktivitas serta keinginan industri.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat memberikan penghargaan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) serta penanganan pencegahan HIV/AIDS di lingkungan kerja, yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu, 22 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni meminta seluruh pelaku usaha untuk menjadikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas utama.
Baca Juga: Ribuan Produk UMKM Belum Bersertifikat Halal, Diskumperindag Dorong Pelaku Usaha Segera Urus
Ia menilai, pelaku usaha yang memperhatikan perlindungan pekerja akan mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Selain itu, pelaku usaha juga diharapkan memiliki kesadaran kolektif bahwa penerapan K3 merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan.
“Dengan diberikannya penghargaan P2K3 ini kepada ratusan perusahaan penerima, itu menunjukkan komitmen yang sudah dilakukan. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang sudah peduli atas P2K3,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Banten sebagai salah satu daerah tujuan investasi yang cukup diminati. Oleh karena itu, pelaku usaha yang beroperasi di wilayah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan produktivitas dan memberikan hak-hak pekerja.
Menurutnya, pelaku usaha memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, serta berdaya saing.
“Mari bersama-sama kita wujudkan kesehatan, lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berdaya saing, sebagai fondasi utama bagi kemiskinan industri sekaligus pendorong kemajuan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, Septo Kalnadi, menambahkan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada sekitar 240 perusahaan pemilik P2K3 serta 78 perusahaan yang peduli terhadap pencegahan HIV/AIDS di lingkungan kerja.
Ia menegaskan, keterlibatan pelaku usaha dalam program ini menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam menciptakan kondisi kerja yang lebih baik.
“Ini bagian dari kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan pekerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Karena kita tahu bahwa dengan Kesehatan keselamatan kerja yang terjamin, produktivitas mereka kami harapkan meningkat,” ujarnya.
Editor Siti Anisatusshalihah