Pandeglang, Bantentv.com – Polemik terkait konservasi dan jalur pendakian Gunung Pulosari akhirnya menemukan titik terang. Setelah sempat memanas dalam audiensi antara organisasi masyarakat, warga, dan Pemerintah Kecamatan Pulosari, seluruh masyarakat kini menyatakan dukungan terhadap upaya konservasi alam yang dikelola PT Villa Emas Gunung Pulosari.
Kesepakatan tersebut tercapai dalam musyawarah yang digelar di Balai Desa Cilentung pada Jumat, 8 Mei 2026. Pertemuan itu mencakup unsur Muspika Kecamatan Pulosari, kepala desa, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, kelompok tani hutan, hingga para ketua RT dan RW.
Musyawarah berlangsung cukup dinamis. Namun setelah pembahasan panjang, semua pihak sepakat mendukung tata kelola konservasi yang dinilai mampu menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Warga Tutup Akses Gunung Pulosari, Kerusakan Alam dan Isu Amoral Jadi Sorotan
Camat Pulosari, Juhanas, mengatakan kegiatan konservasi yang dilakukan PT Villa Emas Gunung Pulosari mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk instansi lingkungan hidup.
“Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten hingga pihak balai dari pusat sangat mendukung keberadaan konservasi alam ini. Tujuannya bukan hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga melindungi kawasan hutan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Cilentung dan sekitarnya,” ujar Juhanas, Senin, 11 Mei 2026.
Baca Juga: Pesona Gunung Pulosari, Jadi Daya Tarik ribuan Pendaki dan Wisatawan
Kepala Desa Cilentung, Karna, menegaskan bahwa hasil musyawarah bersama seluruh elemen masyarakat menghasilkan dukungan penuh terhadap konservasi di kawasan Gunung Pulosari.
“Semua sepakat mendukung konservasi alam yang dikelola PT Villa Emas Gunung Pulosari karena dinilai membawa dampak positif bagi lingkungan maupun warga,” katanya.
Sementara itu, Pemilik PT Villa Emas Gunung Pulosari, Jumroni, menjelaskan bahwa konsep pengelolaan yang diterapkan lebih menitikberatkan pada konservasi alam dan keselamatan pendaki.
“Setiap orang yang terlibat dalam konservasi mewajibkan menanam pohon dan menjaga alam. Kami ingin Gunung Pulosari tetap hijau, aman, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkap Jumroni.
Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Ribuan Bibit Pohon Ditanam di Gunung Pulosari
Ia menambahkan, jalur pendakian dibuka mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan pengawasan ketat di tiga pos penjagaan.
“Kami melarang pendaki membawa senjata tajam dan minuman keras. Keselamatan pendaki dan kelestarian alam menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Editor : Erina Faiha