Bantentv.com – Dewasa ini sel kanker mudah berkembang di tubuh manusia karena berbagai faktor. Mulai dari pola hidup tidak sehat, genetika, paparan zat berbahaya dan lainnya.
Namun tahukah? Untuk mencegahnya banyak hal dan cara dilakukan. Salah satunya dengan melakukan pola dan gaya hidup sehat.
Di Indonesia banyak kekayaan alam tumbuh-tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk menjalankan hidup sehat, termasuk sebagai obat antikanker.
Tanahnya terdapat 3 tanaman yang mudah ditemukan dan bisa sebagai obat antikanker, yang ketiga adalah kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam.
Dalam penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kombinasi ketiga tanaman yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker secara signifikan.
Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional di bawah Organisasi Riset Kesehatan BRIN ini menguji formula kombinasi ekstrak kunyit (Curcuma longa L.), daun sirsak (Annona muricata L.), dan bekatul beras hitam (Oryza sativa L.). Uji dilakukan secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D dan sel kanker kolon WiDr.
Baca Juga: Resep Kue Cucur Gula Merah, Jajanan Pasar Legendaris yang Tetap Digemari
Dari penelitian tersebut menghasilkan kombinasi ketiganya menunjukkan aktivitas sitotoksik yang kuat sekaligus mampu menghambat proliferasi sel kanker
Dikutip dari media nasional, peneliti Rizal Maarif Rukmana menjelaskan, penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya angka kasus kanker global yang mencapai lebih dari 32,6 juta.
Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alam.
Dalam proses penelitian tersebut bahan alami ketiga itu diekstraksi menggunakan metode maserasi selama 3×24 jam.
Kemudian dilakukan karakterisasi menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan Liquid Chromatography High Resolusi Mass Spectrometry (LC-HRMS), sebelum diformulasikan dengan metode simplex lattice design (SLD).
Rizal memaparkan, formula paling optimal untuk kanker payudara terdiri dari ekstrak kunyit 11,1%, daun sirsak 86,4%, dan bekatul beras hitam 2,5%, dengan nilai IC50 sebesar 24,91 ± 0,81 µg/mL. Kombinasi ini terbukti efektif menghambat proliferasi sel kanker T47D.
Pengujian itu tetap akan terus dilakukan penelitian lanjutan guna mengetahui keberkhasiatan ketiga tanaman tersebut.
Editor Lilik HN