Indralaya, rakyatpembaruan.com-
Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui optimalisasi Program 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) untuk pengelolaan sampah di lingkungan kampus Unsri Inderalaya. Dipusatkan di atas lahan seluas 0,5 hektar, Unit Pengolahan Sampah UNSRI kini dikelola secara profesional oleh 16 personel, yang terdiri dari 1 Kepala Unit, 3 Koordinator, 4 staf administrasi, 4 operator, 1 pengemudi, dan 3 petugas keamanan.
Memasuki tahun 2026, Pabrik Pengolahan Sampah Plastik UNSRI telah beroperasi penuh dengan kapasitas mencapai 2 ton sampah per hari. Fasilitas ini didukung oleh bangunan seluas 350 meter persegi yang dilengkapi dengan dua unit mesin pencacah plastik dengan kapasitas masing-masing 1 ton per hari, satu unit pengering, koridor pengunjung, dua ruang kantor, serta area pemilahan. Selain itu, kawasan pengolahan sampah ini juga didukung oleh gudang penyimpanan seluas 144 meter persegi.
Sebagai langkah inovatif lanjutan pada tahun 2026, UNSRI merencanakan pengadaan pabrik Refuse Derived Fuel (RDF) yang meliputi mesin Gibrik, konveyor, dan tangki pengontrolan, serta gudang produk RDF untuk mengolah campuran sampah di Kampus Indralaya. Inisiatif ini menyelesaikan pembangunan gedung RDF seluas 192 meter persegi yang telah berhasil diselesaikan pada tahun 2025 lalu.

Tidak hanya fokus pada aspek teknis, Unit Pengelolaan Sampah UNSRI juga aktif menyelenggarakan kegiatan non-teknis yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat di dalam dan kampus sekitar. Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan kepada staf kantin untuk mengumpulkan plastik bernilai tinggi agar dapat dijual kembali kepada koordinator atau pengumpul dari Unit Pengelolaan Sampah UNSRI.
Lebih dari itu, program kepedulian lingkungan ini turut memberdayakan para pensiunan UNSRI yang tinggal di sekitar Kampus Indralaya untuk menjadi pengumpul sampah. Mereka juga ikut aktif dalam mengedukasi warga di lingkungan tetangga mereka untuk memilah sampah berdasarkan jenis plastik yang nantinya akan dibeli oleh Unit Pengolahan Sampah UNSRI. Melalui integrasi antara bantuan modern dan sosioreligius masyarakat, UNSRI optimis dapat menciptakan ekosistem iklim yang berkelanjutan dan bersih.(adi/rp) (hms unsri)
