Pandeglang, Bantentv.com – Kondisi banjir di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, mulai menunjukkan perbaikan. Luapan Sungai Cilemer yang sebelumnya merendam organisasi warga di Desa Idaman melaporkan terjadinya pasang surut.
Meski demikian, ratusan warga belum dapat kembali beraktivitas normal karena akses jalan desa masih tergenang air.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian udara yang semula mencapai sekitar 50 sentimeter kini turun menjadi rata-rata 20 sentimeter.
Penurunan ini menjadi sinyal positif, namun belum sepenuhnya memulihkan kehidupan warga di empat kampung yang terdampak di Desa Idaman.
Baca Juga: Banjir Pandeglang Meluas, 7 Kecamatan dan 747 KK Terdampak
Genangan air yang masih menutup badan jalan menjadi kendala utama. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan sulit melintas, sehingga mobilitas warga terhambat dan aktivitas ekonomi maupun sosial terpaksa dihentikan sementara.
Salah seorang warga Desa Idaman mengungkapkan, meskipun air mulai surut, warga masih terlindungi di dalam kampung.

Kebutuhan pokok menjadi perhatian utama warga Patia Pandeglang, yang belum bisa beraktivitas seperti biasa.
“Alhamdulillah air sudah mulai surut, tapi kami belum bisa ke mana-mana karena jalan masih terendam. Aktivitas lumpuh, dan yang paling dibutuhkan sekarang adalah sembako,” ujarnya, Minggu, 21 Desember 2025.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Rian Sutansyah, membenarkan adanya penurunan debit udara di wilayah tersebut.
Menurutnya, rata-rata penurunan mencapai 20 hingga 30 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya.
Baca Juga: Banjir Sungai Cilemer Putus Akses Jalan, 4 Kampung di Pandeglang Terisolasi
“Di Kecamatan Patia, khususnya Desa Idaman, beberapa kampung sudah surut. Namun sebagian warga masih belum bisa beraktivitas secara maksimal. Kami tetap siaga karena ada potensi air kembali naik,” kata Rian.
Hingga kini, Tim BPBD-PK Pandeglang masih melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik rawan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit udara apabila curah hujan di hulu Sungai Cilemer kembali meningkat, sekaligus memastikan kondisi keamanan warga yang masih terdampak reservoir.
Editor AF Setiawan