Bantentv.com – Akhir pekan selalu punya cara tersendiri untuk memanjakan diri kita setelah seminggu penuh beraktifitas.
Ada yang memilih jalan-jalan, atau sekedar nongkrong di kafe, atau memilih rebahan di kamar sambil mencari tontonan seru yang bisa ditonton bersama keluarga.
Di antara berbagai pilihan hiburan, menonton film Indonesia di Netflix kini bisa menjadi salah satu pilihan paling asik untuk mengisi ulang energi tanpa harus ke mana-mana.
Bukan cuma karena mudah diakses, tapi karena film-film Indonesia kini makin berkualitas mulai dari genre horor, drama keluarga, sampai komedi satir yang bikin mikir.
Cerita yang disajikan pun dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, ditambah dengan bahasanya yang akrab di telinga, dan nuansa budayanya terasa hangat seperti percakapan malam di teras rumah.
Baca Juga: Pulau Oar, Pulau Kecil Nan Indah di Ujung Banten
Salah satu yang lagi ramai dibicarakan di media sosial adalah film “Abadi Nan Jaya”, sebuah kisah zombie Indonesia dengan sentuhan lokal yang tak biasa.
Film ini bukan sekadar tontonan penuh darah dan teriakan semata, tapi juga menceritakan tentang ambisi manusia dan kearifan tradisi.
Cocok banget buat kamu yang ingin menutup pekan dengan hiburan yang seru tapi tetap punya makna.
Film Abadi Nan Jaya bercerita tentang sebuah keluarga yang menjalankan usaha jamu tradisional di sebuah desa terpencil di sekitar Yogyakarta.
Pemilik usaha, Sadimin, merasa khawatir akan usianya ya ng sudah tak muda lagi dan ingin menghadirkan ramuan jamu “awet muda” yang bisa mengembalikan kembali kejayaan usaha jamunya yang hampir saja terjual oleh anak dan cucunya yang pernikahannya sudah berada di ujung tanduk. kemudian Sadimin menciptakan formula baru, ramuan yang dia beri nama Abadi Nan Jaya (ANJ batch 23A) dengan harapan besar.
Namun, eksperimentasi yang dilakukan tersebut malah menimbulkan malapetaka. Sadimin yang mencoba menenggak ramuan itu sendiri, sempat menjadi muda kembali dengan rambut yang kembali menghitam dan kulit yang hilang dari kerutan.
Lalu berapa lama baru saja kebahagiaan yang dirasakannya, tiba-tiba tubuhnya mengalami kejang-kejang, membusuk, dan akhirnya berubah menjadi zombie yang haus akan darah.
Kengerian pun mulai terjadi saat Sadimin menggigit Tukang Kebun dan supir pribadinya yang akhirnya juga berulah menjadi Zombie dan menyebar dengan cepat menjadi Wabah zombie yang mulai menyebar ke seluruh desa termasuk ke warga kampung yang tengah berkumpul dalam hajatan, hingga lingkungan sekitar. Akhirnya Desa yang dulunya tenang berubah seketika menjadi medan teror antara hidup dan mati.
Baca Juga: Menyelami Luka Korban TPPO Lewat 5 Film yang Menggetarkan Hati
Di tengah kekacauan ini, anggota keluarga Sadimin termasuk putri Kenes, dan istri baru Sadimin Karina, anak menantu dan cucu mereka pun terpaksa harus bertahan hidup dari kejaran dan serangan juga menggigit zombie yang mematikan dan mengubah menjadi mayat hidup, mencari jalan keluar dan menyelamatkan satu sama lain sambil menghadapi konflik pribadi yang sejatinya telah lama tertunda.
Unsur-Keunikan yang Membedakan
Elemen budayanya yang ditampilkan juga sangat kental. Mulai dari jamu tradisional sebagai pemicu wabah, suasana pedesaan, hingga acara sunatan, dangdut, serta suara toa masjid yang menjadi latar film menjadi lebih terasa nyata.
Penciptaan zombie di film ini dirancang dengan penelitian khusus gerakan zombie yang berbeda, terinspirasi dari tanaman kantong semar (urat-urat, lubang), juga ada “kelemahan” dari zombie yang unik misalnya zombienya yang tiba–tiba saja “terdiam” saat hujan turun dan menjadi tidak agresif.
Selain itu, film Zombie Indonesia Abadi Nan Jaya ini juga Fokus pada drama keluarga yang merebut kembali dan ambisi manusia yang mengangkat tema keabadian, usaha, pengorbanan, serta dosa terhadap alam dan warisan.
Pesan & Potensi Film
Abadi Nan Jaya sepertinya tidak hanya ingin menakut-nakuti dengan zombie, tapi juga mengajak kita merancang ambisi manusia dimana ketika satu keinginan (untuk keabadian, kekayaan, kemajuan) berubah menjadi keserakahan maka akan membuka dan berubah menjadi suatu bencana.
Dengan latar budaya lokal yang kuat, film ini bisa menjadi jembatan antara genre populer (zombie) dan refleksi sosial-budaya Indonesia.
Film yang disutradarai oleh Kimo Stamboel bersama tim skenario (Agasyah Karim & Khalid Kashogi).
Diproduksi oleh Mowin Pictures dan tayang eksklusif di Netflix pada tanggal 23 Oktober 2025.
Kenapa Film Ini Viral
Ide zombie + budaya lokal = kombinasi segar, belum banyak dilakukan di film Indonesia.
Ditambah Trailer & poster menarik perhatian (misalnya poster yang menampilkan tangan zombie dengan detail membuat trypophobia) sehingga ikut viral di media sosial.
Selain itu film Abadi Nan Jaya ini juga Digarap oleh sutradara yang sudah memiliki nama di genre horor Indonesia, sehingga ekpektasi terhadap kualitas filmnya juga cukup tinggi.
Kalau kalian penasaran ingin tahu seperti apa akhir cerita film yang banyak menguras tenaga karena terlalu gemas melihat aksi para pemain film bertahan hidup di tengah serangan zombie yang haus darah ini, kalian wajib tonton ya!!
Editor : Erina Faiha