Lebak, Bantentv.com – Angka kemiskinan di Kabupaten Lebak masih menjadi perhatian serius. Data berdasarkan data Badan Pusat Statistik Lebak pada tahun 2025 tercatat sebanyak 106.520 jiwa atau 8,03 persen dari total penduduk 1.449.203 jiwa hidup di bawah garis kemiskinan.
Meskipun terjadi penurunan sebesar 111.710 jiwa atau 8,44 persen pada tahun 2024, kondisi tersebut tetap memprihatinkan dan masih menjadi pekerjaan rumah bagi daerah.
Menurut Statistisi Madya BPS Kabupaten Lebak, Yulian Sarwo Edi mengatakan, kemiskinan di wilayah Lebak sebagian besar bersifat struktural, yakni turun temurun akibat keterbatasan akses ekonomi, pekerjaan, dan Pendidikan.
“Secara persentase, kemiskinan sedikit menurun dari 8,44 persen pada tahun 2024 menjadi 8,03 persen pada tahun 2025. Namun jumlah ini tetap banyak dan perlu perhatian serius,” ujar Yulian.
Baca Juga: Warga Miskin di Banten Alami Penurunan 4.700 Jiwa
Selain faktor struktural, Yulian juga menyoroti harga kebutuhan pokok dan tingkat konsumsi rumah tangga sebagai pemicu kelemahan kemiskinan.
“Harga stabil dan pola konsumsi yang baik bisa menekan kemiskinan. Sayangnya, di Lebak kondisi ini masih rapuh,” jelasnya.
Editor : Erina Faiha