Pandeglang, Bantentv.com – Bicara soal Ramadhan di Kabupaten Pandeglang, rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran Apem Putih di meja berbuka. Kudapan tradisional yang akrab disapa “Apem Bohay” ini kembali menjadi buruan utama masyarakat sepanjang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Teksturnya yang kenyal, warnanya putih bersih, dan cita rasa gurih berpadu manisnya sirup gula merah membuat kue ini selalu masuk daftar takjil favorit.
Berbeda dengan varian apem di daerah lain yang biasanya berwarna cokelat atau hijau, Apem Putih khas Pandeglang memiliki ciri khas warna putih lembut. Bahan dasarnya sederhana namun membutuhkan ketelatenan, yakni tepung beras pilihan, santan kelapa, dan proses fermentasi alami.
Proses pembuatannya pun tergolong panjang, mulai dari fermentasi beras, pengadonan, pengukusan, hingga pengemasan. Ketelitian di setiap tahap inilah yang menghasilkan tekstur “bohay” yang empuk dan menggugah selera.
Baca Juga: Resep Apem Putih Khas Cimanuk Pandeglang, Kue Tradisi yang Masih Dilestarikan
Bagi warga lokal, menyantap Apem Putih saat berbuka sudah menjadi tradisi. Rini, salah seorang pembeli, mengaku selalu mencari kuliner ini setiap Ramadhan tiba.
“Teksturnya lembut dan kenyal. Rasanya gurih, apalagi kalau dicampur gula merah cair. Cocok sekali untuk membatalkan puasa. Kalau saya, dua hari sekali beli apem di bulan Ramadhan,” ujar Rini saat ditemui di salah satu lapak penjual.

Harga yang ditawarkan pun terjangkau. Satu bungkus berisi 10 buah Apem Putih dibanderol Rp12.000, sementara gula merah cair pelengkap dijual terpisah seharga Rp3.000 per bungkus.
Baca Juga: Apem Putih, Makanan Khas Pandeglang yang Diburu Warga untuk Berbuka Puasa
Tingginya minat masyarakat membawa berkah bagi para pengrajin. Mahfud, salah satu pengrajin Apem Putih, mengungkapkan bahwa permintaan di bulan Ramadhan tahun ini melonjak drastis dibandingkan hari biasa.
“Di bulan suci Ramadhan ini omset sangat melimpah. Alhamdulillah peningkatan penjualan mencapai 400 persen. Kalau hari biasa terbatas, tapi saat Ramadhan seperti ini saya bisa menjual antara 4.000 hingga 5.000 buah apem per harinya,” ungkap Mahfud.
Perkembangan pesat ini membuktikan bahwa meskipun banyak jajanan kekinian bermunculan, panganan tradisional seperti Apem Bohay tetap memiliki tempat spesial di hati masyarakat Pandeglang.
Editor : Erina Faiha