Bantentv.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melakukan verifikasi dan sinkronisasi ulang data korban meninggal akibat bencana di wilayah Sumatera.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data berdasarkan catatan sipil di tingkat kecamatan. Hal ini penting mengingat luasnya wilayah terdampak dan kompleksitas kondisi di lapangan.
Hingga Jumat, (12 Desember 2025, BNPB melaporkan 995 korban meninggal dunia, bertambah 5 jiwa dari hari sebelumnya.
Adapun jumlah korban hilang meningkat dari 222 menjadi 226 orang, sementara korban mengungsi tercatat tetap di angka 884.889 jiwa.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang
Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa proses verifikasi ini sangat mungkin menyebabkan perubahan data, khususnya penurunan jumlah korban meninggal.
“Implikasinya nanti mungkin akan terjadi pengurangan. Kenapa? Karena cakupan wilayah terdampak sangat luas, termasuk area pemakaman. Ada jasad yang sebelumnya terhitung sebagai korban bencana. Ternyata itu merupakan jenazah dari kuburan atau yang meninggal sebelum bencana terjadi,” ujar Abdul.
Ia menegaskan bahwa konfirmasi berdasarkan nama dengan alamat melalui data kependudukan sangat penting untuk memastikan validitas laporan.
Proses ini juga membantu memisahkan antara korban bencana dengan pemakaman yang ditemukan di area pemakaman. Namun, pemakaman tersebut tidak terkait langsung dengan peristiwa tersebut.
BNPB menekankan bahwa akurasi data sangat krusial sebagai dasar penanganan lanjutan. Hal ini termasuk distribusi bantuan, pencarian korban hilang, dan penyusunan kebijakan pemulihan.