Bantentv.com – Puasa Tarwiyah yang jatuh pada 8 Dzulhijjah atau Senin, 25 Mei 2026, dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026, merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.
Namun, tidak sedikit umat Islam yang bertanya-tanya apakah puasa sunnah tersebut dapat digabungkan dengan niat qadha puasa Ramadhan yang belum terlunasi.
Menjawab hal tersebut, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), Ustadz Alhafiz Kurniawan, menjelaskan bahwa menggabungkan qadha puasa Ramadhan dengan puasa sunnah Tarwiyah maupun Arafah hukumnya boleh dan sah. Apalagi seseorang yang berpuasa qadha pada hari-hari tersebut tetap berpeluang mendapatkan keutamaan puasa sunnah Tarwiyah atau Arafah.
“Qadha puasa Ramadhannya tetap sah. Sedangkan ia sendiri tetap mendapatkan keutamaan yang didapat oleh mereka yang berpuasa dengan niat puasa sunnah Arafah,” jelasnya.
Baca Juga: Utang Puasa Tahun Lalu Belum Lunas, Begini Penjelasannya!
Dasar Pendapat Ulama
Menurut Ustadz Alhafiz, pandangan tersebut Merujuk pada pendapat para ulama yang tercantum dalam kitab Asnal Mathalib karya Syekh Zakariya Al-Anshari.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa seseorang yang berpuasa qadha atau nazar pada hari-hari yang memiliki keutamaan khusus, seperti Hari Asyura, tetap memperoleh pahala dan keutamaan puasa sunnah pada hari tersebut.
Pendapat serupa juga dijelaskan oleh Sayyid Bakri Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin. Ia menyebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari-hari yang sangat dianjurkan untuk berpuasa tetap memperoleh keutamaannya meskipun niat yang digunakan adalah qadha puasa Ramadhan atau puasa nazar, bukan niat puasa sunnah secara khusus.
Baca Juga: Puasa Arafah Bisa Hapus Dosa 2 Tahun, Benarkah? Ini Penjelasan Hadits dan Ulama
Utamakan Melunasi Utang Puasa Ramadhan
Meski begitu, Ustadz Alhafiz menyarankan agar umat Islam yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan sebaiknya mendahulukan qadha puasanya. Setelah seluruh puasa selesai ditunaikan, barulah melaksanakan puasa-puasa sunnah lainnya.
Namun apabila seseorang baru teringat memiliki hutang puasa Ramadhan saat menjelang Hari Arafah, maka ia dianjurkan untuk memanfaatkan hari tersebut dengan berpuasa qadha.
“Tetapi kalau utang puasa Ramadhan itu baru teringat jelang hari Arafah, sebaiknya ia membayar qadha puasanya di hari Arafah,” terang Redaktur Pelaksana Keislaman NU Online tersebut.
Baca Juga: Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Diberangkatkan Bertahap ke Arafah Mulai 8 Dzulhijjah
Adapun lafaz niat qadha puasa Ramadhan adalah:
صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Saya bermaksud untuk mengqadha puasa Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Editor : Erina Faiha