Lebak, Bantentv.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak menyampaikan hasil penanganan atas peristiwa banjir yang merendam ratusan organisasi warga di Kecamatan Wanasalam beberapa minggu lalu.
Peristiwa tersebut diduga kuat terjadi akibat aliran drainase di sekitar lingkungan warga yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak memiliki jalur pembuangan, sehingga menggenang dan masuk ke dalam rumah-rumah warga.
Baca Juga: Jembatan Cikaduen Ambruk, BPBD Lebak Lakukan Asesmen dan Usulkan Perbaikan
Kepala BPBD Kabupaten Lebak menjelaskan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali dialami masyarakat setempat. Genangan air yang merendam ratusan rumah di Kecamatan Wanasalam disebut sebagai banjir yang sering terjadi setiap tahun.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, udara yang masuk ke rumah warga berasal dari lingkungan di sekitar lingkungan yang sulit surut.
Tidak berfungsinya drainase membuat aliran air tertahan cukup lama, sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Akibat kondisi tersebut, banjir yang terjadi menimbulkan kerugian material dan mengganggu aktivitas harian warga yang terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan permasalahan tersebut.
BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lebak agar segera dilakukan perbaikan saluran drainase di sekitar perkampungan warga.
“Rumah terendam itu menampungnya sulit untuk surut, karena memang tidak ada saluran pembuangan pembuangan air itu.Akhirnya, kami usulkan agar segera ada penanganangan,” kata Sukanta.
Peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu itu mengakibatkan sekitar 500 rumah warga di Kecamatan Wanasalam terendam banjir.
Pemerintah daerah berharap, melalui perbaikan drainase dan pengaturan sistem pembuangan udara, kejadian serupa tidak terus terulang setiap tahun.
Editor Siti Anisatusshalihah