Bantentv.com – Usai Iduladha, kulkas biasanya penuh dengan stok daging kambing yang belum sempat diolah. Selain dibuat gulai atau tongseng, ada satu menu khas Nusantara yang patut dicoba karena cita rasanya gurih, lembut, dan tidak terlalu berbau prengus, yaitu Sate Buntel.
Hidangan legendaris asal Solo ini cocok menjadi variasi masakan daging kambing yang berbeda dari sate pada umumnya.
Teksturnya yang empuk dengan aroma rempah yang khas membuat sate buntel sering menjadi favorit keluarga saat momen berkumpul selepas hari raya.
Nama “buntel” berasal dari bahasa Jawa yang berarti dibungkus. Dahulu, masyarakat Solo memanfaatkan potongan lemak atau selaput tipis kambing untuk membungkus daging cincang yang telah diberi bumbu.
Cara ini dipercaya membuat daging tetap lembut saat dibakar sekaligus menghasilkan aroma gurih yang khas. Dari warung sederhana hingga rumah makan legendaris di Solo, sate buntel terus bertahan sebagai salah satu ikon kuliner tradisional Jawa Tengah yang banyak diburu wisatawan.
Baca Juga: Dari Nasi Gemuk hingga Mangut Beong, Ini Kuliner Khas Saat Perayaan Waisak
Untuk membuat sate buntel di rumah, daging kambing cincang dicampur dengan bawang putih, daun bawang, telur, tepung roti, serta bumbu halus berupa bawang merah, ketumbar sangrai, garam, dan merica.
Setelah semua bahan tercampur rata, adonan dibentuk bulat memanjang pada tusuk bambu lalu dikukus sebentar agar padat dan tidak mudah hancur saat dibakar.
Proses pembakaran menjadi kunci penting karena menghasilkan aroma smoky yang menggugah selera.
Sajikan bersama sambal kecap berisi irisan cabai rawit, bawang merah, kecap manis, kecap asin, dan peran jeruk limau agar rasanya semakin segar. Berikut resep olahan daging kambing untuk dibuat menjadi sate buntel khas Solo.
Resep Sate Buntel Khas Solo
Bahan
- 500 gram daging kambing cincang
- 20 batang tusuk bambu
- 2 sdm kecap manis
- 1 sdm tepung roti
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1 batang daun bawang, iris tipis
- 1 butir telur ayam, kocok lepas
- 2 sdm minyak goreng
- Bumbu halus
- 4 butir bawang merah
- ½ sdt ketumbar sangrai
- 1½ sdt garam
- 1 sdt merica bubuk
- Sambal kecap
- 6 buah cabai rawit, iris tipis
- 6 butir bawang merah, iris tipis
- 4 sdm kecap manis
- 1 sdm kecap asin
- 1 buah jeruk limau
Cara Membuat
- Panaskan minyak, lalu tumis bawang putih hingga harum. Masukkan bumbu halus dan tumis sampai matang serta wangi. Angkat dan dinginkan sebentar.
- Campurkan daging kambing cincang dengan bumbu tumis, telur, daun bawang, dan tepung roti. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
- Ambil adonan secukupnya, bentuk memanjang sambil dipadatkan pada tusuk bambu.
- Kukus sate sekitar 5 menit agar bentuknya kokoh dan tidak mudah hancur saat dibakar.
- Bakar sate di atas bara api sambil sesekali dioles kecap manis hingga bagian luar kecokelatan dan harum.
- Untuk sambal, campurkan semua bahan lalu aduk rata. Sajikan bersama sate buntel selagi hangat.
Tips Membuat Sate Buntel Lebih Empuk dan Gurih
- Gunakan daging bagian paha atau has dalam agar teksturnya lebih lembut.
- Campurkan sedikit lemak kambing agar sate tidak kering saat dibakar.
- Jangan mencuci daging terlalu lama karena bisa membuat aroma dan sari daging hilang.
- Tambahkan peran jeruk limau sebelum daging dibumbui untuk membantu mengurangi bau prengus.
- Kukus adonan sebelum dibakar agar sate tetap padat dan tidak mudah pecah.
- Gunakan api sedang saat membakar supaya bagian luar tidak cepat gosong sementara bagian dalam belum matang.
- Jika ingin rasa lebih smoky dan autentik, gunakan arang kayu dibandingkan teflon.
Selain lezat, sate buntel juga bisa menjadi solusi mengolah stok daging kambing agar tidak membosankan.
Kunci utama menghasilkan sate buntel yang empuk adalah memilih bagian daging yang tidak terlalu banyak serat, lalu mencincangnya halus agar mudah menyatu dengan bumbu.
Perpaduan rasa gurih, manis, dan aroma bakaran khas membuat sate buntel bukan hanya sekedar olahan daging kambing biasa, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang tetap digemari hingga sekarang.
Editor Siti Anisatusshalihah