Lebak, Bantentv.com – Kebun melon milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, kini menjadi destinasi wisata baru yang menarik perhatian warga.
Budidaya melon hidroponik dalam green house berhasil memikat pengunjung meski belum memasuki masa panen.
Sejumlah rumah kaca yang menampung tanaman melon hidroponik terlihat ramai dikunjungi warga setempat. Para pengunjung tertarik melihat langsung proses budidaya melon modern yang jarang ditemui di kawasan perdesaan.
Antusiasme ini muncul setelah mereka mengikuti unggahan media sosial resmi Desa Sumurbandung.
Kepala Desa Sumurbandung, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa kebun melon ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dijalankan BUMDes sejak tahun 2025.
Program ini terbagi dalam tiga sektor utama, yakni penggemukan sapi, budidaya melon, dan sektor pertanian lainnya.
Baca Juga: Desa Sukabares Kembangkan Budidaya Ayam Pedaging dan Melon untuk Perkuat Ketahanan Pangan
“Untuk melon, kami menggunakan sistem hidroponik di dalam green house. Teknologinya memakai box Machida dari Jepang, dan kami bekerja sama dengan mitra dari Serang,” ujar Budi.
Ia menambahkan bahwa ini merupakan tahun pertama Desa Sumurbandung mengembangkan buah pertanian berbasis teknologi modern.
Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selain mendukung ketahanan pangan, Budi menjelaskan, hasil produksi melon nantinya akan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pasokan ke dapur sehat.
Saat ini, tanaman melon yang ditanam sejak 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Baca Juga: Berawal Dari Banker, Kini Punya Kebun Hidroponik di Tengah Kota
Saat ini, telah berusia sekitar 45 hari dan menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Buah melon tampak menggantung dengan ukuran bervariasi.
“Panen tahap pertama sebanyak 10 box, direncanakan akhir Desember atau awal Januari. Sisanya sekitar 30 box, menyusul pertengahan Januari menjelang Ramadhan. Panen akan dilakukan secara berkelanjutan,” kata Budi.
Hasil penimbangan awal menunjukkan bobot melon berkisar antara 1,6 hingga 2 kilogram, dengan potensi maksimal mencapai 2,5 kilogram jika nutrisi tanaman optimal.
Kebun melon hidroponik ini menjadi bukti nyata penerapan pertanian modern di tingkat desa sekaligus menghadirkan peluang wisata edukatif yang mendukung ekonomi lokal.
Editor AF Setiawan