Bantentv.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan solusi permanen untuk mencegah bencana longsor berulang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Pertanian RI, Rabu 28 Januari 2025, Mentan Amran menyiapkan langkah-langkah mitigasi jangka panjang melalui penataan pola tanam dan tata kelola lahan berbasis tingkat kemiringan wilayah.
Mentan Amran menjelaskan, lahan dengan kemiringan tajam tidak lagi ideal untuk ditanami hortikultura. Pemerintah akan mengalihkan jenis tanaman ke tanaman tahunan atau perkebunan yang memiliki sistem perakaran yang kuat.
“Kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah miring tajam menjadi perkebunan tanaman, seperti kelapa, kopi, dan alpukat. Anggarannya sudah ada,” ujar Mentan.
Baca Juga: Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Ditunda, Terkendala Cuaca
Ia menegaskan, program tersebut akan segera dijalankan setelah pemerintah daerah menyetujui usulan resmi. Langkah cepat diperlukan untuk mencegah potensi longsor susulan di wilayah rawan.
“Kalau hal ini tidak dilakukan, kejadian serupa bisa terulang. Wilayah dengan kemiringan tinggi sangat rawan,” lanjutnya.
Menurut Mentan, pembagian fungsi lahan akan disesuaikan dengan tingkat kemiringan. Lahan landai tetap digunakan untuk hortikultura, sementara lahan curam diarahkan ke tanaman tahunan.
“Kemiringan 20 sampai 45 derajat harus dibedakan. Tanaman tahunan memiliki akar dalam yang mampu menahan tanah,” jelasnya.
Kebijakan ini juga sejalan dengan Arahan Presiden RI terkait pengembangan tanaman perkebunan nasional. Pemerintah memprioritaskan wilayah rawan bencana dalam program tersebut.
Mentan Amran memastikan petani di kawasan longsor Bandung Barat tetap mendapat pendampingan selama masa transisi.
Pendapatan petani akan dijaga melalui pola tanam bertahap agar tidak menimbulkan kerugian.
“Pendapatan tetap berjalan.Hortikultura bisa disisipkan sementara hingga tanaman perkebunan mulai produktif,” katanya.
Dalam jangka menengah, tanaman tahunan seperti kopi diharapkan menjadi sumber pendapatan utama bagi petani.
Pemerintah menargetkan mitigasi jangka panjang yang melindungi lingkungan sekaligus keinginan ekonomi masyarakat.