Bantentv.com – Perayaan Hari Raya Waisak yang jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026, menjadi momen penting bagi umat Buddha di berbagai daerah. Selain menjadi waktu untuk beribadah dan melakukan refleksi diri, perayaan Waisak juga identik dengan berbagai hidangan tradisional yang kerap disajikan dan dinikmati bersama keluarga maupun masyarakat.
Hari Waisak memiliki makna mendalam bagi umat Buddha karena memperingati tiga peristiwa agung atau Tri Suci Waisak dalam kehidupan Siddharta Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencapaian sempurna, dan wafatnya atau Parinirvana.
Momentum ini juga menjadi pengingat untuk meneladani ajaran cinta kasih, kedamaian, dan kebijaksanaan Sang Buddha. Tak heran, berbagai tradisi budaya dan kuliner turut mewarnai perayaan hari besar keagamaan tersebut.
Baca Juga: Hari Raya Waisak 2026: Makna Tri Suci dan Tema Menjaga Dharma Perdamaian Dunia
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut lima makanan tradisional yang identik dengan perayaan Hari Waisak di Indonesia.
1. Nasi Gemuk
Nasi gemuk merupakan kuliner khas Jambi yang kerap hadir dalam perayaan Waisak. Hidangan ini terbuat dari beras yang dimasak menggunakan santan, daun pandan, daun jeruk, dan daun salam sehingga menghasilkan aroma yang khas dan cita rasa gurih.
Biasanya, nasi gemuk disajikan dengan berbagai pelengkap seperti telur rebus, ikan teri, bawang goreng, kacang tanah goreng, dan sambal.
2. Sambal Tempoyak
Sambal tempoyak merupakan makanan khas masyarakat Melayu di Sumatera dan Kalimantan. Hidangan ini dibuat dari tempoyak, yaitu durian yang telah difermentasi.
Tempoyak kemudian diolah bersama cabai dan tomat sehingga menghasilkan cita rasa asam, pedas, dan khas. Sambal tempoyak juga dikenal sebagai salah satu hidangan yang sesuai dengan prinsip Ahimsa atau anti-kekerasan yang dijunjung dalam ajaran Buddha.
3.Nasi Lesah
Nasi lesah menjadi salah satu kuliner khas yang banyak ditemukan di sekitar kawasan Candi Borobudur, Magelang, yang dikenal sebagai pusat perayaan Waisak di Indonesia.
Hidangan ini berupa nasi yang disiram kuah soto kental berwarna kuning dengan campuran santan. Sekilas tampilannya mirip soto ayam campur nasi, namun memiliki cita rasa gurih dan segar yang khas.
4. Mangut Beong
Selain nasi lesah, masyarakat Magelang juga mengenal mangut beong sebagai kuliner khas yang sering dijumpai saat perayaan Waisak.
Mangut beong merupakan hidangan berbahan ikan air tawar yang dimasak dengan kuah santan berbumbu rempah dan cabai. Rasa gurih dan pedas yang dihasilkan membuat makanan ini banyak digemari masyarakat.
Di sekitar kawasan Candi Borobudur, terdapat sejumlah warung legendaris yang menyajikan mangut beong sebagai menu andalan.
5. Kue Burgo
Kue burgo juga menjadi salah satu makanan tradisional yang identik dengan perayaan Waisak. Kuliner khas Jambi ini memiliki cita rasa gurih meski namanya kerap membuat orang mengira rasanya manis.
Kue burgo terbuat dari adonan tepung yang digulung menyerupai otak-otak, kemudian disajikan dengan kuah kuning gurih. Hidangan ini biasanya dilengkapi telur rebus dan aneka sayuran sebagai pelengkap.
Itulah lima makanan tradisional yang kerap hadir dalam perayaan Hari Waisak di berbagai daerah di Indonesia. Selain memiliki cita rasa khas, hidangan-hidangan tersebut juga menjadi bagian dari tradisi dan budaya yang turut memeriahkan perayaan Waisak setiap tahunnya.
Editor : Erina Faiha