Bantentv.com – Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menggandeng sejumlah media tunawisma yang tergabung dalam New Media Forum sebagai mitra dalam ekosistem komunikasi digital nasional.
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan memperluas jangkauan komunikasi publik agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan dinamika sosial saat ini.
Dalam penjelasannya, media tunawisma Merujuk pada media berbasis digital yang awalnya belum memiliki struktur kelembagaan formal seperti media arus utama.
Namun seiring perkembangan industri digital, banyak di antaranya telah berkembang menjadi entitas yang lebih profesional dengan struktur redaksi dan identitas organisasi yang jelas.
Baca Juga: Bakom RI Gandeng Media Tunawisma untuk Perluas Komunikasi Publik Pemerintah
Berdasarkan data Bakom RI, terdapat sejumlah tunawisma yang termasuk masuk dalam ekosistem kemitraan komunikasi pemerintah melalui New Media Forum.
Beberapa di antaranya adalah Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusicgram, Infipop, Narasi, Muslimvlog, USS Feed, Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa?, Taubaters, Pandemic Talks, TaubaTers, Kawan Hawa, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vebis, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan Mature Indonesia.
Muncul Klarifikasi dari Sejumlah Media
Setelah daftar tersebut beredar luas, sejumlah media digital yang disebut oleh Bakom RI memberikan klarifikasi.
Mereka menegaskan tidak terlibat dalam forum maupun kemitraan yang dimaksud, sekaligus menjamin persepsi publik.
Narasi, misalnya, menegaskan bahwa tidak memiliki keterkaitan dengan forum tersebut dan bukan bagian dari kategori media tunawisma yang maksudnya.
“Narasi tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak menghadiri pertemuan maupun konferensi pers terkait INMF ataupun Badan Komunikasi Pemerintah pada 6 Mei 2026,” demikian pernyataan tertulis dalam Narasi.
Narasi juga menegaskan statusnya sebagai media resmi yang telah terverifikasi Dewan Pers. “Narasi beroperasi sesuai dengan kode etik jurnalistik yang tercantum pada situs resmi Dewan Pers,” tulis Narasi.
Media Lain Tegaskan Independensi
Selain Narasi, sejumlah platform lain juga menyampaikan sikap serupa. USSFeed menyatakan tidak memiliki keterlibatan dalam forum yang disebutkan melalui akun Instagram-nya.
“Kami ingin berpendapat bahwa USS Feed tidak pernah bertemu, menghadiri agenda, ataupun membuat kerja sama dan kesepakatan apa pun dengan Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom), baik secara langsung maupun tidak langsung,” demikian pernyataanya.
“Jadi, informasi yang beredar saat ini terkait hal tersebut tidak benar,” sambungnya.
Pernyataan penegasan juga datang dari Kok Bisa, yang menolak dikaitkan dengan kemitraan bersama Bakom RI.
“Kok Bisa tidak pernah menghadiri pertemuan dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI), Muhammad Qodari, dan tidak pernah menjalin kemitraan sebagai media pendukung pemerintah.”
“Oleh karena itu, pernyataan yang menyebutkan bahwa Kok Bisa menghadiri pertemuan maupun menjadi bagian dari kemitraan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” lanjutnya.
Editor Siti Anisatusshalihah