Bantentv.com – Konflik di Timur Tengah yang belum mereda mulai menimbulkan dampak global. Salah satu negara yang mulai merasakan tekanan serius adalah Sri Lanka, yang kini menghadapi ancaman krisis ekonomi baru.
Negara di Asia Selatan tersebut berupaya mencegah terulangnya keruntuhan ekonomi yang pernah terjadi pada tahun 2022.
Namun, harga energi akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran mulai memicu tekanan baru.
Baca Juga: Gejolak Harga Minyak Global Mempengaruhi Stabilitas Ekonomi Nasional
Dilaporkan dari AFP melalui Channel News Asia, Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake telah mengambil langkah darurat dengan melakukan penjatahan bahan bakar.
Selain itu, pemerintah juga menaikkan harga bahan bakar dan menaikkan tarif listrik hingga 40 persen sejak konflik di Timur Tengah memicu gangguan pasokan energi global.
Kondisi tersebut memicu kepanikan masyarakat. Warga Sri Lanka mulai melakukan pembelian panik bahan bakar dalam jumlah besar.
Baca Juga: Harga Gas Melambung Hingga 70 Persen, 5 Negara Ini Ajukan Rejeki Nomplok Energi Pajak
Situasi ini mengingatkan kembali krisis ekonomi besar pada tahun 2022 lalu. Saat itu, Sri Lanka mengalami inflasi hingga 70 persen setelah gagal membayar utang luar negeri sebesar US$46 miliar.
Krisis tersebut memicu gelombang besar yang akhirnya menenangkan Presiden Gotabaya Rajapaksa.
Rajapaksa saat itu dituduh melakukan korupsi serta gagal mengelola perekonomian negara.
Ancaman Gejolak Politik
Partai Sosialis Garis Depan (FSP), kelompok yang memimpin gerakan Aragalay saat krisis 2022, kini kembali diperingatkan akan potensi gejolak politik.
Anggota politbiro FSP, Duminda Nagamuwa, mengatakan krisis ekonomi berpotensi menimbulkan tekanan politik terhadap pemerintahan saat ini.
“Kami percaya bahwa respons terhadap krisis ekonomi ini akan datang secara politik,” kata Nagamuwa kepada AFP.
Ia menambahkan bahwa dampak ekonomi saat ini masih ditanggung langsung oleh masyarakat.
“Karena kekuatan yang diamanatkan pemerintah, guncangan ekonomi ini masih diserap oleh rakyat tanpa meledak secara politik,” ujarnya.
Dampak Global Konflik Timur Tengah
Kondisi Sri Lanka menjadi salah satu contoh dampak global dari konflik Timur Tengah. Gangguan pasokan energi menyebabkan kenaikan harga dan tekanan ekonomi di berbagai negara.
Di sisi lain, Sri Lanka kini berada dalam situasi yang semakin sulit, dengan ancaman krisis ekonomi yang kembali membayangi.
Pemerintah setempat pun berupaya mengambil langkah cepat untuk mencegah kondisi darurat yang berkembang menjadi krisis besar seperti empat tahun lalu.
Editor AF Setiawan