Serang, Bantentv.com – Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Serang dalam beberapa hari terakhir, Polres Serang mengerahkan personel jajaran polsek untuk memperketat pemantauan di wilayah rawan banjir, khususnya di kawasan Serang Timur.
Pemantauan terfokus pada aliran sungai, organisasi warga, dan kawasan industri yang selama ini berpotensi menimbulkan potensi akumulasi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali serta mencegah terjadinya bencana lanjutan di sejumlah titik rawan banjir.
Baca Juga: Banjir Rendam Enam Desa di Kabupaten Serang, 2.125 Warga Terdampak
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan debit udara di sejumlah sungai. Namun aliran sungai utama masih berada dalam batas aman.
“Untuk aliran Sungai Cidurian dan Sungai Ciujung yang melintasi wilayah Serang Timur, hasil pemantauan petugas masih berada di level hijau atau aman,ujar Kapolres, Minggu, 11 Januari 2026.
Meski begitu, petugas menemukan genangan air di beberapa titik. Salah satunya terjadi di Komplek Bumi Nagara Lestari, Desa Nagara, Kecamatan Kibin, dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Genangan tersebut tidak masuk ke rumah warga.
Menurut Kapolres, kondisi itu dipicu oleh drainase yang kurang optimal serta luapan Sungai Cikambui saat hujan deras.
“Genangan terjadi akibat sistem drainase yang tidak maksimal dan adanya luapan Sungai Cikambui ketika curah hujan tinggi,” jelasnya.
Genangan serupa juga terpantau di Kawasan Modern Industri 4 Cikande, Desa Nambo Udik, dengan ketinggian sekitar 25 sentimeter.
Meski demikian, kawasan tersebut masih dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Andri menambahkan, berkumpulnya di kawasan industri tersebut menyebabkan kapasitas saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan dalam waktu singkat.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Serang telah mencatat seluruh jajaran polsek untuk melakukan pemantauan rutin serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meminimalkan risiko banjir.
Editor AF Setiawan