Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun drastis, anjlok 177,60 poin 3,05 persen menjadi 5.643,19 pada perdagangan hari ini, Selasa 30 Juni 2026.
Sepanjang hari, IHSG bergerak dalam rentang 5.638,57 di titik terendah dan 5.811,67 di titik tertinggi, sebelum akhirnya ditutup di bawah level 6.000.
Total volume perdagangan pada hari ini tercatat mencapai 22,7 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp15,3 triliun. Sementara frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,62 juta kali transaksi.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 136 saham menguat, 564 saham melemah, dan 99 saham stagnan.
Baca Juga: IHSG Anjlok 4,20 Persen ke Level 5.594, Sektor Transportasi Jadi yang Terparah
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali anjlok dan ditutup menuju level Rp18.000 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada hari ini turun 56 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.907 per dolar AS.
Sementara dari sisi sektoral, seluruh indeks di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona merah. Pelemahan terdalam dialami oleh sektor energi yang turun 3,47 persen, disusul bahan baku melemah 5,43 persen, industri terkoreksi 2,24 persen, barang konsumen primer turun 0,21 persen, dan barang konsumen nonprimer melemah 2,68 persen.
Baca Juga: IHSG Melemah 86,96 Poin ke 8.235, Sempat Anjlok 2% dan Seluruh Sektor Zona Merah
Selanjutnya, sektor kesehatan turun 1,68 persen, keuangan terkoreksi 1,62 persen, properti melemah 2,24 persen, teknologi turun 0,69 persen, infrastruktur terkoreksi 2,25 persen, serta transportasi dan logistik melemah 0,86 persen.
Sejumlah saham LQ45 unggulan lainnya juga menjadi pemberat IHSG, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang turun 9,65 persen, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) amblas 7,79 persen dan juga PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 7,02 persen.
Senada dengan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 6,48 persen, PT Bumi Resources bk (BUMI) melemah 6,38 persen dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terpeleset 6,36 persen.
Editor : Erina Faiha