Serang, Bantentv.com – DINAS LINGKUNGAN HIDUP (DLH) KOTA Serang Mengusulkan Pengadana Mesin Pembakar Sampah Atau Ininerator Sebagai Langkah Unkule Mengurangi Tempat Pembuai Akhir Sampah (TPas) Cilowong.
Usulan ini Suda Disampaikan Kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi Serta Tim Anggara Pemerintah Daerah (Tapd) Dan Badan Anggara DPRD KOTA Serang Untuc Dibahas Lebih Lanjut.
Kepala Dlh Kota Serang, Farach Richi, Menjelaskan Bahwa Penggunaan Insinerator Ditargetkan Dapat Terealisasi Pada Tahun 2026.
BACA JUGA: Budi Rustandi Desak Pemkot Tak Perpanjang Perjanjian Kerja Sama Sampah Tangsel Tahun 2023
DENGAN ADADAA ALAT TERSEBUT, SAMPAH KOTA SERANG YANG SETIAP HARINYA MENDAPAI 350 TON TUDAK SEPENUHYA DITAMPUNG DI TPAS CILOWONG.
“Semua Sampah Nanti Tidak Berakhir di Tps Cilowong, Beban Tps Cilowong Akan Turun,” Ujarnya.
Adapun Rencana Penempatan Mesin Tersebut Berada Di Dua Titik, Yaitu Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Dan Kelurahan Karundang Citra Gading, Kecamatan Cipocok Jaya.
Kedua Lokasi Ini Dipilih Karena Telah Memiliki Fasilitas Pengelolaan Sampah Delangus Prinsip Mengurangi, penggunaan kembali, daur ulang (3R).

Insinerator Yang Diusulkan Memilisi Kapasitas Awal Satu Hingga Lima Ton Sampah per Hari.
Kapasitas ini diharapkan Dapat terus Ditingkatkan HINGGA HINGGA 10 ton per Hari Sehingga Dapat Membantu Menekan Jumlah Sampah Yang Masuk Ke Tpas.
“Kamis Usuahakan Nanti Kapasitasnya Akan Lebih Ditingkatkan Lagi,” Kata Farach Richi.
BIAYA Pengadan Insinerator Diperkirakan Berada Di Kisaran RP400 Juta Hingga RP800 Juta, Bergantung Pada Ukuran Dan Kemampuan Mesin.
Dlh Menilai Investasi ini Sejalan Delangan Upaya Pemerintah Kota Dalam MEMENUHI KUALIFIKASI PENGELOLAAN SAMPAH SESUAI ATTERA KEMENTERIAN LINGKANGAN HIDUP.
Farach Menambahkan, volume total Sampah di Kota Serang Saat Ini Terus Meningkat, Sewingga inisialif ini Dinilai Penting agar Beban Cilowong Tidak Semakin Berat.
Editor: Siti Anisatusshalihah