Serang, Bantentv.com – Kasus kehilangan anak yang kembali marak dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian serius DPRD Banten.
Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, menilai bahwa situasi ini seharusnya menjadi pengingat agar pengawasan lingkungan diperkuat kembali.
Ia menekankan bahwa langkah preventif menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terus terulang di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pantauan Siskamling di Banten, Kemendagri Puji Warga Kadu Badak
Yeremia menyoroti sejumlah kasus yang belakangan muncul di permukaan, termasuk peristiwa hilangnya seorang anak asal Makassar bernama Bilqis yang diculik hingga ditemukan di Jambi.
Selain itu, publik juga dikagetkan oleh kasus Alvaro, anak berusia 8 tahun yang dilaporkan hilang selama delapan bulan dan kemudian ditemukan meninggal dunia di Tenjo, Kabupaten Bogor.
Serangkaian kejadian ini, menurutnya, menunjukkan perlunya kesiapan masyarakat dan aparat untuk lebih peka terhadap aktivitas yang mencurigakan.

Melihat pola kejadian tersebut, Yeremia menetap agar siskamling di lingkungan pemukiman kembali hidup. Ia menilai, ketika warga saling menjaga dan bekerja sama, potensi tindak kejahatan terhadap anak dapat ditekan lebih efektif
Ia menekankan pentingnya masyarakat melapor bila melihat keadaan yang tidak biasa atau dianggap membahayakan.
“Kita mendorong masyarakat untuk menggiatkan siskamling kembali. Ketika menemukan, melihat atau mendengar hal-hal yang mencurigakan, maka segera laporkan, baik kepada pengurus lingkungan seprti RT, RW atau kelurahan dan juga kepada aparat kepolisian,” ujar Yeremia.
Selain mengingatkan masyarakat, ia juga meminta agar pihak yang berwenang memberikan respons cepat setelah menerima laporan dari warga.
Respons yang tanggap, menurutnya, merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa wilayah Banten dapat menjadi daerah yang benar-benar ramah terhadap anak.
Ia menambahkan bahwa peran orang tua tetap menjadi unsur utama, sehingga pengawasan terhadap anak tidak boleh longgar, baik saat berada di rumah maupun di luar lingkungan sekitar.
Editor Siti Anisatusshalihah