Bantentv.com – Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan lebih dari 555 warga sipil menjadi korban serangan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam konferensi pers yang disiarkan Kompas TV melalui kanal YouTube resminya pada Senin, 2 Maret 2026, Boroujerdi menyebut sebagian besar korban adalah anak-anak dan perempuan.
“Dalam penyerangan sampai hari ini, lebih dari 555 orang masyarakat sipil menjadi korban. Sebagian besar di antara mereka adalah anak-anak dan wanita,” ujar Boroujerdi.
Baca Juga: 57 Siswi Dilaporkan Tewas dalam Serangan ke Sekolah di Hormozgan
Ia menambahkan, lebih dari 200 anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dilaporkan meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Boroujerdi juga mengklaim bahwa serangan yang dilakukan AS dan Israel ke Iran tidak hanya menyasar sasaran militer.
Menurutnya, sejumlah fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah juga terdampak dalam serangan tersebut.
“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan internasional,” ungkapnya.
Di sisi lain, dia mengecam pernyataan pernyataan Israel yang menyebut bahwa, serangan balasan yang dilakukan Iran sebagai wujud ‘kekerasan’ terhadap negara lain.
Sebelumnya, Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa sedikitnya 57 siswa tewas dan sekitar 60 lainnya terluka dalam serangan yang disebut menargetkan sebuah sekolah perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan, pada Sabtu.
Menurut laporan tersebut, Sekolah Shajareye Tayabeh menjadi sasaran langsung dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel.