Bantentv.com โ Momentum Idulfitri 1447 Hijriah diprediksi kembali menjadi pendorong utama perputaran ekonomi nasional. Tingginya mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran 2026 dinilai mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Pemerintah sebelumnya telah memproyeksikan bahwa tradisi mudik memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Karakteristiknya yang massal, terjadwal, dan memiliki efek berganda membuat pergerakan ekonomi terjadi secara cepat dan merata.
โSetiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi,โ kata Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, dikutip dari Antara.
Baca Juga: Momentum Lebaran 2026, Dorong Ekonomi Daerah dan Sektor Pariwisata
Menurutnya, peningkatan aktivitas selama mudik juga berkontribusi pada perputaran perekonomian, dimana naiknya sektor pendapatan perdagangan dan jasa di berbagai daerah.
Secara empiris, mudik Lebaran telah terbukti menjadi instrumen penguatan ekonomi yang konsisten.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, aktivitas mudik berkontribusi sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional setiap tahun.
Dampak tersebut terjadi karena adanya redistribusi aliran uang ke daerah, sehingga aktivitas ekonomi tidak hanya terbatas pada kota besar.
Konsumsi Meningkat Tajam
Pada periode Lebaran, konsumsi rumah tangga meningkat signifikan, bahkan mencapai 15โ20 persen dibandingkan bulan normal.
Selain itu, pendapatan pelaku UMKM di daerah juga berpotensi naik hingga 50โ70 persen, seiring meningkatnya belanja masyarakat.
Baca Juga: Potensi Tembus 5,5 Persen, Kadin Indonesia Nilai Konsumsi Lebaran Dapat Meningkatkan Perekonomian
Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga sekitar 53โ54 persen terhadap PDB, berbagai kebijakan ini diyakini mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
Pada Lebaran 2025, pergerakan masyarakat mencapai 154,62 juta orang. Tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan meningkat dan diharapkan mampu mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 5,5โ5,6 persen.
Editor AF Setiawan