Bantentv.com – Ekuador menciptakan kejutan pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026. La Tri sukses menumbangkan Jerman dengan skor 2-1 di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, sekaligus memastikan peringkat ketiga terbaik dan berhak satu tempat di babak 32 besar.
Meski meraih kemenangan penting, Ekuador tetap mengakhiri fase grup di ketiga dengan koleksi empat poin. Sementara Jerman tetap menjadi juara Grup E, disusul Pantai Gading di peringkat kedua.
Jerman sebenarnya memulai dengan sempurna. Saat laga baru berjalan dua menit, Florian Wirtz membawa Der Panzer unggul 1-0.
Gol itu lahir setelah Wirtz menerima umpan dari Leroy Sane di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi penjaga gawang Ekuador.
Baca Juga: Spanyol Tertekan, Jerman Mengincar Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Namun keunggulan Jerman hanya bertahan tujuh menit. Nilson Angulo mencetak gol balasan spektakuler pada menit kesembilan.
Gelandang Ekuador itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut kanan bawah gawang Manuel Neuer.
Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Jerman sempat mendapatkan hadiah penalti setelah Joel Ordonez dianggap sebagai pemain lawan.
Namun, wasit Tori Penso membatalkan keputusannya setelah melakukan peninjauan melalui VAR.
Ekuador justru tampil lebih berbahaya setelah keputusan tersebut. Enner Valencia hampir membawa timnya unggul pada menit ke-62. Namun peluang emas itu masih mampu digagalkan Neuer.
Kemenangan Gol Ekuador akhirnya tercipta pada menit ke-77. Berawal dari situasi tendangan sudut, Kevin Rodriguez berhasil mengirim bola ke depan gawang yang langsung disambar Gonzalo Plata menjadi gol.
Baca Juga: Jadwal Bola Jumat 26 Juni: Jerman, Belanda dan Amerika Serikat Incar Kemenangan
Jerman berupaya menyamakan kedudukan pada sisa waktu pertandingan, tetapi pertahanan Ekuador tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Ekuador layak diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam di Piala Dunia 2026.