Palembang, rakyatpembaruan.com
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) terus memperkuat jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama dengan Leiden University Medical Centre. Pertemuan perdana antara kedua institusi digelar secara hybrid pada Selasa (3/3/2026) sebagai langkah awal membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian kedokteran.
Kegiatan ini menjadi forum strategi yang mempertemukan para pemimpin serta akademisi dari kedua institusi untuk membahas potensi kerja sama penelitian, pengembangan jaringan global, hingga rencana kolaborasi jangka panjang. Pertemuan virtual ini dibuka oleh Direktur Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, Prof. Dr. Ir. Filli Pratama, M.Sc (Hons), Ph.D.
Dalam sesi pemaparan, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD-KR, M.Kes., mempelajari profil Universitas Sriwijaya serta berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama LUMC.
Prof Radiyati menawarkan sejumlah inisiatif kolaborasi, di antaranya penelitian bersama, program pertukaran mahasiswa (student exchange) baik inbound maupun outbound, hingga peluang pelatihan bagi peneliti muda UNSRI di LUMC. Ia juga menanyakan kemungkinan pengembangan penelitian spesifik di bidang sel induk yang dinilai memiliki prospek besar dalam inovasi medis.
Sementara itu, Lead LUMC Global, Suze Kruisheer, MA, memaparkan profil Leiden University Medical Center serta berbagai kolaborasi akademik dan penelitian yang telah dilakukan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Diskusi kemudian dipandu oleh Prof.Dr.dr. Ramzi Amin, Sp.M. bersama Suze Kruisheer dan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari para akademisi UNSRI. Dr.Ayeshah, Ph.D. menanyakan kontak ketersediaan peneliti di LUMC apabila terdapat peluang penelitian bersama serta kemungkinan eksplorasi kerja sama di berbagai bidang penelitian lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Ramzi Amin juga menanyakan peluang penelitian di bidang mata, semenatra Mutia Nadra juga menanyakan peluang program pra-doktoral di LUMC bagi civitas akademika.
Menutup sesi diskusi, Najmah, SKM, MPH, Ph.D., yang hadir secara langsung di LUMC, berharap Suze Kruisheer dapat menjadi penghubung utama bagi kegiatan pra-doktoral maupun penelitian gabungan antara kedua institusi. Menyanggapi hal tersebut, Suze menjelaskan bahwa LUMC telah memiliki sejumlah proyek penelitian di Indonesia, termasuk penelitian kanker serviks, sehingga diharapkan dapat mempermudah koneksi antara peneliti UNSRI dan pakar di LUMC.
Ke depan, pertemuan perdana ini diharapkan menjadi jembatan awal untuk merealisasikan berbagai program kerja sama antara UNSRI dan LUMC. Prof Radiyati juga menyampaikan harapannya agar inisiatif penelitian antara FK UNSRI dan LUMC dapat semakin terkoneksi secara nyata, serta membuka peluang bagi utusan FK UNSRI untuk dapat berkunjung dan bersilaturahmi secara langsung ke LUMC guna menjalin kerja sama lebih lanjut.
Kegiatan ditutup oleh Abu Kosim, SE, MM (Ak) yang berharap kegiatan membangun kepercayaan ini menjadi pembuka peluang-peluang masa depan bagi dosen dan mahasiswa UNSRI menuju UNSRI Global. Melalui langkah proaktif ini, diharapkan membangun fondasi kolaborasi yang berkelanjutan untuk memajukan pendidikan serta inovasi kesehatan di tingkat global dan mendukung visi UNSRI menuju World Class University. (adi/rp) (Ara_Humas unsri)