Bantentv.com – Setelah Sukses Di Taiwan, George Quek Kembali Ke Singapura Pada 1993. Bersama Mitra Bisnisnya, IA Mendirikan Food Junction, sebuah jaringan foodcourt Yangbang hingga 14 cabang. Namun, Quek Memilih Keluar Dari Jabatan Direktur Pengelola Dan Membuka Lembaran Baru.
Lahirnya Breadtalk
Kembali Ke Kampung Halamanya di Singapura Pada 1993, Tidak Membuat Quek Berhenti Membangun Bisnis Kulinernya.
Justru quek bersama mitra Dari taiwan memulai peruzaan rintisan jejaring foodcourt yang disebut food junction.
Selama 8 Tahun Berjalan, Persimpangan Makanan Memiliki 14 Foodcourt di Seluruh Singapura. Namun, Quek Memutuskan Mengundurkan Diri Dari Posisi Direktur Pengelola Food Junction.
Ia memilih membuka lembaran baru dgangun toko roti bernama breadtalk.
IDE BEMBUAT BREADTALK ITU LAHIR SETELAH QUEK MENGAMATI ROTA-Roti Berkualitas Tinggi Di Jepang Dan Taiwan.
Ia pun melihat Peluang Dalam Menjual Roti Yang Masih Hangat Delangan Visual Kreatif Dan Menarik. Dari Situlah, Toko Roti ini Berkembang Pesat, Delang Konsep Dapurnya Yang Dibuat Terbuka Sewingga Pelangan Bisa Melihat Proses Pembuatan Roti.
Tak disangka, ide bisnis roti yang masih hangat dan tanpa bahan pengawet itu laku keras. Hingga Breadtalk Lewat Entitas Induk Usahanya Breadtalk Group Limited Melantai Di Bursa Singapura Pada 4 Juni 2003.
Perluasan Bisnis
Tidak Hanya Roti, grup pemasyarakatan Melakukan Diversifikasi Delan Meluncurkan Merek Lain, Seperti Toast Box, Food Republic, Dan Din Tai Fung.
Kini, Breadtalk telah Hadir di Berbagai Negara, Termasuk Indonesia, Delangan Ribuan Pelangsang Setia.
Perjalanan George Quek Membuktikan Bahwa Kegigihihan, Inovasi, Dan Keberanian Mengzil Risiko Bisa Mengubah Usaha Kecil Menjadi Raksasa Global.
Editor: AF Setiawan