Palembang, rakyatpembaruan.com –
PT Pertamina (Persero) melalui program TJSL Sekolah Energi Berdikari (SEB) mendorong penguatan pendidikan STEM dan pengenalan Green Jobs kepada siswa SMK YP Gajah Mada Palembang melalui kegiatan Green Innovation Fair. Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi siswa untuk menampilkan inovasi teknologi melalui Pameran Gelar Karya, sekaligus memperluas wawasan tentang peluang karier di sektor energi berkelanjutan, Jumat (13/2/2026).
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Refinery Unit Plaju PT Pertamina Patra Niaga, Perliansyah, menjelaskan bahwa Sekolah Energi Berdikari merupakan program CSR Pertamina (Persero) yang bertujuan mengenalkan energi baru dan terbarukan (EBT) kepada pelajar serta meningkatkan minat generasi muda terhadap bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Melalui Green Innovation Fair ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif. Tidak hanya mengenal konsep energi terbarukan, tetapi juga mendorong siswa berani berinovasi dan melihat peluang masa depan di sektor energi,” ujarnya.

Dalam Pameran Gelar Karya, para siswa menampilkan berbagai prototype inovatif, diantaranya kipas ventilasi otomatis berbasis sensor suhu, kotak sampah otomatis dengan sensor ultrasonik, kipas angin portable bertenaga surya, kran air otomatis berbasis sensor, kran dispenser otomatis, sistem lampu dengan sensor suara, hingga pemanfaatan teknologi 3D printing. Karya-karya tersebut menunjukkan kreativitas sekaligus kemampuan teknis siswa dalam mengintegrasikan teknologi berbasis sensor dan energi ramah lingkungan.
Selain pameran, kegiatan ini juga menghadirkan sesi berbagi bersama dua engineer Kilang Pertamina Plaju. Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada proses bisnis kilang, tantangan industri energi, serta peluang pengembangan inovasi EBT di masa mendatang. Sharing session ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan berkontribusi di bidang STEM.
Kepala SMK YP Gajah Mada Palembang, Drs. H. Darlius, MM., M.Pd, menyampaikan rasa terima kasih atas terpilihnya sekolah tersebut sebagai penerima manfaat Program Sekolah Energi Berdikari.
Tahun lalu, sekolah yang beralamat di Jalan Banten II, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang ini mendapat dukungan pemasangan panel surya di atap sekolah berkapasitas 3.300 watt peak. Sehingga dalam proses belajar mengajarnya, sekolah ini telah memanfaatkan energi bersih yang mengurangi timbulnya emisi gas rumah kacah (GRK).
“Kami bersyukur sekolah kami mendapatkan bantuan solar cell dari Pertamina dan hari ini kembali memperoleh kegiatan edukatif melalui STEM Fair Green Jobs. Ini sangat mendukung pembelajaran berbasis teknologi dan energi terbarukan di sekolah kami,” ungkapnya.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (https://uns.ac.id/id/). Dosen FKIP UNS, Dr. Ari Syahidul Shidiq, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa Sekolah Energi Berdikari telah menjalankan Pertamina di berbagai daerah dan hingga kini sekitar 20 sekolah telah menerima manfaat pemasangan panel surya. Program ini tidak hanya fokus pada implementasi teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas siswa.
“Kami berharap melalui proyek seperti ini, siswa tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif sebagai bekal menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Dinas Pendidikan Sumatera Selatan yang diwakili Koordinator Pengawas SMK se-Kota Palembang sekaligus Pengawas Pembina SMK YP Gajah Mada Palembang, Triany Agustina, S.Pd., M.Pd., juga menyampaikan penghargaan atas kontribusi Pertamina.
“Kami merasa sangat beruntung. Banyak bantuan Pertamina yang telah menyentuh masyarakat, khususnya sektor pendidikan. Harapan kami, program seperti ini dapat terus berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui STEM Fair Green Jobs, Pertamina berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menjadi bagian dari transformasi energi nasional di masa depan.
