Bantentv.com – Satu tahun kepemimpinannya menjadi Presiden RI, Prabowo Subianto mengaku terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin, 20 Oktober mencapai level 8.000.
Menurutnya ini adalah yang pertama sepanjang sejarah RI, dan mencatatkan rekor harga tertinggi sepanjang masa (all time high).
“IHSG tembus 8.000, tertinggi sepanjang sejarah republik kita. Ini juga di luar dugaan,” ujar Prabowo dalam Berbagainya di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Oktober 2025.
Prabowo juga menyebut, ada sejumlah indikator penting ekonomi yang banyak menjadi perhatian para investor. Baik itu domestik atau asing, ritel atau institusional, mampu dijaga pada tingkat yang baik.
Dirinya mengungkapkan RI mampu menjaga inflasi di kisaran 2% dan merupakan salah satu yang terendah di antara anggota G-20.
Selain itu dia menyebut, Indonesia memiliki teknik-teknik untuk menjaga dan mengendalikan inflasi. Dia merasa teknik tersebut tidak banyak diajarkan di fakultas ekonomi dunia. Dia memberikan kredit kepada Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang merintis upaya pengendalian inflasi.
Baca Juga: BEI Minta Insentif, Purbaya Bakal Bereskan Saham Gorengan
“Banyak negara yang inflasinya sulit dikendalikan,” papar Prabowo.
Presiden RI ke-8 ini pun juga menyinggung terkait kemampuan RI yang mampu menjaga ruang fiskal secara disiplin.
“Defisit APBN RI dikendalikan di bawah batas 3% dari PDB. Itu adalah salah satu yang terendah di antara negara G20, mungkin terendah di dunia,” terangnya.
Prabowo pun memuji kerja keras para menteri bidang ekonomi yang mencatatkan kinerja baik, yang pada akhirnya mampu menjaga kepercayaan investor. Ia pun menegaskan untuk tidak perlu takut akan harga saham.
Baca Juga: Reshuffle IHSG Memerah Usai, Pasar Tetap Yakin di Purbaya
“Selalu kita ditakut-takuti bahwa IHSG mewakili kepercayaan investor, pelaku kepercayaan pasar pada kita. Ternyata kita telah mencapai level yang tertinggi walaupun saya selalu ingatkan jangan takut dengan harga-harga saham,” tegas Prabowo.
Prabowo juga menegaskan hal yang paling penting untuk dijaga adalah fundamental ekonomi Indonesia. Ini harus kuat, terutama terkait ketahanan pangan, energi, dan udara.
“Mata uang, harga saham, bisa mereda. Tapi yang paling pokok kita harus jamin produksi pangan, distribusi pangan, dan energi, serta pengelolaan udara yang baik,” jelas Prabowo.
Diketahui, IHSG pada sesi perdagangan ke II ditutup ke level 8.088,97. Angka ini naik 173,32 poin atau 2,19% pada Senin, 20 Oktober pukul 16.54 WIB.
Editor AF Setiawan