Bantentv.com – Banyak orang mulai merasakan perubahan fisik yang tidak bisa dihindari, terutama memasuki usia 50 tahun ke atas. Tak dipungkiri, massa otot di usia 50 tahunan, perlahan akan mengecil, tulang juga menjadi lebih rapuh. Tak heran, metabolisme tubuh juga tidak lagi cepat saat muda.
Kondisi tersebut pun semakin terasa pada perempuan yang memasuki masa perimenopause maupun menopause.
Menjaga kebugaran di usia paruh baya ternyata tidak selalu harus dilakukan lewat latihan berat atau rutinitas gym yang melelahkan. Usia tua bia melakukan aktivitas dengan memilih pendekatan olahraga yang sederhana, realistis, dan mudah dilakukan setiap hari.
Agar tubuh tetap bugar, bisa melakui menjaga tubuh tetap aktif melalui gerakan ringan yang konsisten dilakukan sehari-hari.
Baca Juga: Tips Konsisten Olahraga, Dimulai Dari yang Ringan
Salah satu rutinitas yang bisa dilakukan adalah dengan berupa latihan kalistenik menggunakan berat badan sendiri, ditambah beban ringan selama sekitar 20 menit setiap pagi.
Kalistenik sendiri adalah jenis latihan yang memanfaatkan berat badan sebagai beban utama, seperti squat, push-up, atau pull-up. Jenis latihan ini dinilai efektif membantu mempertahankan massa otot dan kepadatan tulang yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
Beberapa ahli menyebut menjaga tubuh tetap aktif tidak harus dilakukan dengan sesi olahraga yang panjang. Gerakan kecil yang dilakukan berulang-ulang dan rutin justru dapat memberi manfaat besar bila dilakukan secara konsisten.
Gerakan Kecil Punya Dampak Besar
Konsep tetepa aktif dapat mengacu pada aktivitas fisik ringan namun rutin sepanjang hari. Aktivitasnya bisa sederhana, seperti berjalan kaki dibanding duduk terlalu lama, naik tangga daripada menggunakan lift, membawa belanjaan sendiri, atau melakukan peregangan singkat di sela aktivitas setiap hari.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik setiap hari, meski ringan, namun jika konsisten akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kesehatan tubuh lansia.
Maka sebaiknya tidak harus menunggu tua atau menua, baru melakukan aktivitas fisik. Sebelum usia 50 tahun pun, aktivitas rutin yang sederhana bis akita lakukan sejak saat ini agar di masa tuan anti fisik tetap sehat dna mental tetep terjaga.
Editor AF Setiawan