Bantentv.com – IHSG dibuka pada pembukaan perdagangan sesi I ke level 7.888,77, turun 28,63 poin atau 0,47 persen pada Selasa, 3 Februari 2026. Berbeda dengan IHSG, nilai tukar rupiah justru menguat ke Rp16.762 per dolar AS, naik 36 poin atau 0,21 persen dari perdagangan sebelumnya.
Pergerakan serupa terlihat di beberapa mata uang Asia yang bergerak bervariasi. Yen Jepang menguat 0,02 persen, yuan Tiongkok 0,05 persen, peso Filipina 0,22 persen, dan dolar Singapura 0,02 persen.
Sementara itu, baht Thailand melemah 0,44 persen, Korea Selatan menang 0,52 persen, dan dolar Hong Kong 0,02 persen.
Sedangkan mata uang di negara maju kompak berada di zona hijau. Tercatat mata uang euro Eropa menguat 0,04 persen, poundsterling Inggris menguat 0,10 persen, dan franc Swiss menguat 0,06 persen.
Baca Juga: Dampak Tarif Impor Trump, Dolar Tembus 16.400
Begitu pula dengan dolar Australia juga menguat 0,06 persen, dan dolar Kanada menguat 0,07 persen.
Dikutip dari CNN, Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS melalui berita kesepakatan tarif antara AS dengan India.
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Kompak Menguat Di Awal Desember
“Namun penguatan mungkin terbatas mengingat indeks dolar masih naik menyusul data manufaktur yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Investor juga terus memantau sentimen di pasar ekuitas domestik” ujar Lukman, Selasa, 3 Februari 2026.
Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp16.700 per dolar AS – Rp16.850 per dolar AS.
Editor : Erina Faiha