Serang, Bantentv.com – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Provinsi Banten menunjukkan daya tahan dan optimisme yang kuat. Pada Triwulan I Tahun 2026 (Januari–Maret), realisasi investasi di Banten mencapai Rp34,4 triliun atau 24,19 persen dari target tahunan sebesar Rp142,19 triliun.
Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap Banten yang tetap terjaga, bahkan menguat. Secara tahunan, investasi juga tumbuh 10,61 persen (year-on-year), menunjukkan bahwa Banten mampu tetap stabil sekaligus adaptif dalam menghadapi perubahan global.
Baca Juga: Dorong Industri Hilirisasi, Banten Perkuat Daya Saing Investasi
Banten Jadi Magnet Investasi Nasional
Secara nasional, Banten masuk dalam empat besar realisasi investasi dengan kontribusi sebesar 6,9 persen terhadap total investasi Indonesia pada Triwulan I 2026. Posisi ini semakin menguat dengan peringkat ke-3 nasional untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan peringkat ke-7 nasional untuk Penanaman Modal Asing (PMA). Hal ini menegaskan bahwa Banten tidak hanya menjadi tujuan investasi domestik, tetapi juga tetap menarik bagi investor global.
Dominasi PMDN, Perkuat Ketahanan Ekonomi
Struktur investasi di Banten masih didominasi PMDN sebesar 68 persen atau Rp23,33 triliun, sementara PMA berkontribusi 32 persen. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa pelaku usaha nasional mempunyai keyakinan tinggi terhadap prospek perekonomian Banten, sekaligus memperkuat ketahanan perekonomian daerah.
Baca Juga: Kepemimpinan Budi-Agis Investasi Kota Serang Tumbuh 5.472 Investor
Kawasan Industri Jadi Episentrum Pertumbuhan
Sebaran investasi masih terbuka di wilayah industri dan penyangga ekonomi nasional, seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang. Kabupaten Tangerang menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp17,41 triliun (50,67 persen), disusul Kota Tangerang Rp5,45 triliun (15,86 persen), Kota Cilegon Rp4,30 triliun (12,51 persen), dan Kabupaten Serang Rp3,62 triliun (10,52 persen). Sementara itu, wilayah lain seperti Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kota Serang, dan Kabupaten Pandeglang juga turut berkontribusi meski dengan porsi lebih kecil.
Dari sisi sektor, investasi masih didominasi oleh perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp12,42 triliun (36,16 persen), diikuti industri kimia dan farmasi Rp4,79 triliun (13,94 persen), industri logam dasar Rp3,02 triliun (8,80 persen), serta perdagangan dan reparasi Rp2,30 triliun (6,69 persen). Struktur ini semakin menegaskan posisi Banten sebagai basis strategi industri di Indonesia.
Baca Juga: Dana Riset Perguruan Tinggi Naik Rp4 Triliun, Akademisi Diminta Fokus Swasembada Pangan dan Energi
Investasi Dorong Ekonomi Rakyat
Realisasi investasi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dengan penyerapan energi kerja sebanyak 51.643 orang, yang mayoritas merupakan tenaga kerja Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hilirisasi Mulai Menguat
Di sisi lain, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor hilirisasi. Hingga Triwulan I tahun 2026, nilai investasi hilirisasi tercatat sebesar Rp7,06 triliun atau sekitar 20,52 persen dari total investasi. Angka ini menunjukkan adanya kemajuan sekaligus peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut, terutama pada sektor mineral, perkebunan, dan kelautan.
Baca Juga: Investasi Banten Masuk Tiga Besar Nasional, Komisi I DPRD Beri Apresiasi
Komitmen Pelayanan Investasi
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
“Kami memastikan Banten menjadi daerah yang melayani dan ramah bagi investasi. Seluruh proses kami dorong lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada investor,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa arah kebijakan investasi tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
“Investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong pemerataan investasi hingga wilayah selatan Banten,” tambahnya.
Optimisme ke Depan
Dengan capaian awal tahun yang positif, Banten optimis dapat mencapai target investasi 2026. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ini.
Ke depan, semangat “Banten Melayani” dan “Banten Ramah” akan terus diperkuat sebagai fondasi dalam membangun iklim investasi yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Banten tidak hanya bergerak, tetapi melaju menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Editor : Erina Faiha