Lebak, Bantentv.com – Pasca ambruknya jembatan gantung yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, warga meminta pemerintah segera melakukan perbaikan.
Peristiwa jembatan ambruk tersebut terjadi saat dilintasi para pelajar, yang mengakibatkan lima pelajar terjatuh ke sungai.
Jembatan tersebut merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga kerusakannya berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat setempat.
Jembatan gantung dengan panjang sekitar 50 meter itu berada di Kampung Cilangkap, Desa Senang Hati, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.
Baca Juga: DKBPPPA Kabupaten Serang Tinjau Jembatan Putus, Pastikan Keselamatan Siswa di Padarincang
Infrastruktur jembatan tersebut menjadi jalur penting bagi warga dan pelajar karena menghubungkan Kecamatan Malingping dengan Kecamatan Wanasalam.
Setiap harinya, jembatan ini sering dilalui masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang dijadikan sebagai akses terdekat menuju sekolah mereka.
Sarni, kakak dari salah satu korban, mengaku tidak menyangka adiknya ikut menjadi korban dalam peristiwa jembatan ambruk tersebut. Kejadiannya berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB, saat para pelajar pulang sekolah.
“Saya gak nyaangka rupanya adik saya ikut menjadi korban jembatan itu, dia ada luka di lengan dan paha,” ujar Sarni.

Sementara itu, Musa Weliansyah, anggota DPRD Provinsi Banten sekaligus warga setempat, menjelaskan bahwa jembatan tersebut dibangun menggunakan APBD Kabupaten Lebak pada tahun 2013.
Ia menilai kondisi jembatan saat ini sudah tidak layak berfungsi karena faktor usia dan minimnya perawatan, meski masih terus digunakan oleh masyarakat.
“Sebetulnya jembatan ini sudah tidak layak untuk dilalui. Namun, kami kesulitan mencegah masyarakat agar tidak melewatinya, terutama anak-anak sekolah. Bahkan kemarin, ada empat kendaraan dua yang melintasi jembatan ini secara bersamaan. Satu sepeda motor berhasil lewat, sementara tiga lainnya terjatuh akibat jembatan yang ambruk,” kata Musa Weliansyah.
Insiden jembatan ambruk ini kembali menyoroti persoalan keselamatan infrastruktur pedesaan serta tingginya ketergantungan masyarakat terhadap fasilitas yang telah melewati batas usia.
Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko, khususnya bagi pelajar yang setiap hari membahayakan keselamatan demi mengakses pendidikan.
Warga pun berharap pemerintah dapat segera membangun kembali jembatan tersebut agar aktivitas masyarakat dan keselamatan pengguna dapat terjamin.
Editor Siti Anisatusshalihah