Bantentv.com – Tubuhnya mungkin tidak lagi kuat untuk berjalan jauh. Namun semangat Mardijiyono untuk memenuhi panggilan Allah belum pernah padam. Di usia 103 tahun, jemaah haji asal Indonesia yang akrab disapa Mbah Mardi itu tetap berangkat menuju Makkah untuk menjalankan umrah wajib dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji.
Duduk di kursi roda, Mbah Mardi perlahan didorong petugas menuju bus keberangkatan di Hotel Makarem Haram View Suites, Madinah, Senin sore waktu Arab Saudi.
Wajah sewa itu tampak tenang. Sesekali ia menatap sekeliling, menyaksikan rombongan jemaah lain yang juga bersiap meninggalkan Madinah menuju Kota Suci Makkah.
Baca Juga: Mbah Sutiah Berangkat Haji di Usia 107 Tahun, Jadi Jemaah Tertua di Musim Haji Indonesia 2025
Mbah Mardi tergabung dalam kloter YIA 9. Perjalanan menuju Makkah menjadi salah satu fase penting sebelum seluruh jemaah menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Ketua Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, mengatakan keberangkatan kloter dilakukan lebih cepat karena seluruh jemaah sudah siap.
“Kalau semua jemaah sudah masuk bus, jumlahnya sudah dicek dan siap berangkat, maka lebih baik diberangkatkan lebih awal agar tidak terlalu lama menunggu di dalam bus,” ujar Ramlan dikutip dari portal resmi Kemenhaj, Rabu 13 Mei 2026.
Sebelum tiba di Makkah, rombongan dijadwalkan singgah di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali untuk mengambil niat ihram.
Bagi jemaah yang mampu, kesempatan itu dimanfaatkan untuk melaksanakan shalat sunnah. Sementara jemaah lansia dan pengguna kursi roda tetap berada di dalam bus demi menjaga kondisi fisik.
Perjalanan Mbah Mardi menuju Tanah Suci bukan tanpa ujian. Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Namun kondisi kesehatannya kini dilaporkan stabil. Selama masa pemulihan, Mbah Mardi disebut tetap kooperatif dan memiliki nafsu makan yang baik.
Baca Juga: Gantikan Ayahnya, Remaja 16 Tahun Asal Kabupaten Serang Ini Berangkat Haji ke Tanah Suci
Di balik tubuh renta yang kini bergantung pada kursi roda, tersimpan keteguhan yang mengundang haru.
Perjalanan Mbah Mardi menjadi potret semangat jemaah lansia Indonesia yang tetap berusaha memenuhi panggilan haji meski usia tak lagi muda.
Dengan pendampingan petugas dan perhatian terhadap kesehatannya, Mbah Mardi kini bersiap menapaki fase terpenting dalam perjalanan hajinya di Tanah Suci.