Pandeglang, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten Pandeglang memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi salah satu fokus utama.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menegaskan, penurunan AKI dan AKB tidak bisa dilakukan pemerintah daerah secara sendiri.
Diperlukan sinergi seluruh pihak, baik tenaga medis, paramedis, maupun sektor pendukung lainnya.
“Penanganan AKI dan AKB harus dilakukan bersama, secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Dewi Setiani saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas FKTP dan FKRTL, Senin, 22 Desember 2025.
Baca Juga: Besok Lebih dari 5.000 Honorer Pandeglang Dilantik Jadi PPPK Paruh Waktu
Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang aman, ramah, dan berkualitas bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Eniyati menyampaikan bahwa angka kematian ibu dan bayi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan.
Data Dinkes mencatat, AKI turun dari 30 kasus pada tahun 2023 menjadi 24 kasus pada tahun 2025. Sementara AKB turun menjadi 138 kasus pada tahun 2025 setelah sempat meningkat pada tahun 2024.
“Penurunan ini merupakan hasil peningkatan mutu bidan, penguatan sistem referensi, serta penanganan kesempurnaan sejak kehamilan hingga bayi baru lahir,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pandeglang juga menandatangani komitmen bersama seluruh sektor sebagai langkah penguatan penurunan AKI dan AKB di daerah.
Editor AF Setiawan