Bantentv.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan bahwa peristiwa ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah dan pengelola sekolah.
Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah menyatakan, sekolah seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan membangun masa depan bangsa.
“Sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dari pengaruh buruk di dunia maya,” ujar Margaret usai menjenguk korban ledakan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Sabtu, 8 November 2025.
Baca Juga: RS Yarsi Tangani 15 Korban Kencan Masjid SMA 72, Satu Pasien Kritis
Kunjungan tersebut juga disertai oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meninjau langsung kondisi para siswa korban ledakan di masjid sekolah pada Jumat siang.
Margaret menilai, kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk memperkuat sistem perlindungan anak, terutama terkait konten negatif di media sosial yang berpotensi mempengaruhi perilaku siswa.
“Kami mendorong Kementerian Kominfo memperketat sistem perlindungan digital terhadap anak. Pengawasan orang tua juga harus dilakukan, bukan hanya di dunia nyata, tapi juga saat anak beraktivitas di dunia maya,” tegasnya.
Baca Juga: Kapolri: Terduga Pelaku Terkena Adalah Siswa SMAN 72
Menurut KPAI, siswa yang diduga menjadi pelaku peledakan bahan peledak kemungkinan besar mempengaruhi konten berbahaya di media sosial.
Oleh karena itu, sinergi lintas lembaga menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Margaret juga mengingatkan perlunya pengawasan keamanan internal di sekolah, termasuk pemeriksaan barang bawaan siswa secara berkala, tanpa mengganggu kenyamanan belajar.
“Pengawasan preventif sangat penting. Sekolah harus memiliki sistem keamanan yang jelas agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.
Sebelumnya, ledakan di Masjid SMA Negeri 72 Jakarta Utara pada Jumat, 7 November 2025, menyebabkan 15 siswa luka-luka, satu di antaranya kritis.
Polisi masih melakukan pencarian untuk memastikan penyebab ledakan yang diduga berasal dari bahan peledak rakitan.