Bantentv.com – Provinsi Banten tidak hanya terkenal dengan pesona pantainya dan sejarah gemilang Kesultanan, tetapi juga karena tanahnya yang subur dan kaya akan hasil pertanian.
Salah satu komoditas unggulan yang tumbuh di pinggiran kota di wilayah Pandeglang, Lebak, dan Serang adalah jagung, tanaman yang telah lama menjadi sahabat petani Banten.
Jagung tumbuh baik di berbagai kondisi lahan, mulai dari dataran rendah hingga perbukitan dan bagi masyarakat pedesaan, tanaman ini bukan sekadar pangan pengganti nasi, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Di banyak rumah, jagung diolah menjadi rebusan sederhana untuk camilan sakit, dijadikan campuran nasi uduk jagung, atau dikreasikan menjadi penganan manis seperti jasuke (jagung susu keju). Namun, ada satu makanan tradisional yang kini mulai jarang ditemui, Lepat Jagung.
Baca Juga: Viral TikTok Nasi Salmon Renyah, Resep Simpel Rasa Restoran Mewah!
Lepat Jagung dulunya sering hadir di dapur masyarakat kampung saat musim panen tiba. Kudapan ini dibungkus daun pisang yang memberi aroma khas, berpadu dengan rasa gurih dan manis dari jagung muda serta santan.
Cita rasanya sederhana, namun mampu menghadirkan nostalgia masa kecil di pedesaan Banten.
Berikut resep Lepat Jagung khas Banten yang bisa kamu coba di rumah:
Bahan-bahan:
- 1 gelas tepung beras
- ½ gelas tepung jagung
- ½ gelas tepung gandum
- ½ gelas gula pasir
- 3 gelas santan
- 2 bonggol jagung manis muda, disisir halus
- 1 sdm garam
- Daun pisang secukupnya (dilayukan di atas api dan dipotong sesuai ukuran)
Cara Membuat:
- Campurkan tepung, gula, santan, dan garam. Aduk rata, lalu saring hingga halus.
- Tambahkan jagung muda yang telah disisir, aduk hingga merata.
- Masak adonan di atas api kecil sambil diaduk hingga mengental.
- Panaskan kukusan.
- Ambil selembar daun pisang, tuang satu sendok adonan, lalu lipat rapi.
- Kukus sekitar 15 menit hingga matang dan harum.
- Angkat, dinginkan, dan sajikan.
Tekstur lepat jagung lembut dengan manis alami dari jagung muda, berpadu aroma harum daun pisang. Cocok dinikmati hangat bersama teh atau kopi tubruk khas Banten.
Simbol Kemandirian dan Warisan Pangan Banten
Di tengah maraknya makanan instan, masyarakat Banten tetap menjaga kearifan lokal dengan mengolah hasil bumi sendiri. Jagung menjadi simbol kemandirian pangan sekaligus identitas daerah.
Banyak desa di Pandeglang dan Lebak kini menerapkan sistem pertanian berkelanjutan, menggabungkan kearifan tradisional dengan teknologi modern agar hasil tetap alami namun produktif.
Melalui makanan seperti Lepat Jagung, masyarakat Banten tidak hanya mempertahankan warisan kuliner, tetapi juga merawat nilai-nilai budaya yang penuh makna.
Baca Juga: Cemilan di Sore Hari ‘Bolu Jagung Manis Panggang’ Begini Resepnya
Dari ladang jagung yang hijau tersimpan kisah kerja keras petani, rasa syukur di alam, dan cinta terhadap tradisi yang diwariskan lintas generasi.
Menjadikan Lepat Jagung di rumah bisa menjadi cara sederhana untuk melestarikan cita rasa Nusantara sekaligus mengenang masa lalu yang penuh kehangatan.
Selamat mencoba!
Editor AF Setiawan