Lebak, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Lebak terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Fokus utama diarahkan pada penanganan sejumlah masalah kesehatan. Permasalahan tersebut meliputi stunting, tuberkulosis (TBC), AIDS, dan demam berdarah dengue (DBD) yang masih menjadi tantangan di wilayah tersebut.
Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, di ruang kerja. Rapat dihadiri oleh perwakilan Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Lebak, Kepala Bapperida, perwakilan Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, serta Dinas Pendidikan.
Dalam arahannya, Wabup Amir Hamzah menekankan pentingnya pelaksanaan program terintegrasi lintas sektor agar penanganan berbagai penyakit tersebut tepat sasaran.
Ia juga menyoroti perlunya data yang ada yang akurat mengenai jumlah masyarakat yang terdampak. Dengan demikian, program intervensi pemkab lebak dapat dilakukan secara efektif.
“Kita perlu membuat program yang terintegrasi untuk penanganan TBC, stunting, DBD, dan Aids. Buat kategori data masyarakat yang terdampak, lalu gaungkan programnya agar kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat,” ujar Amir Hamzah.
Baca Juga: Dinkes Lebak Catat Ribuan Kasus TBC di Lebak
Untuk kasus Aids dan TBC, Wabup mendorong adanya kolaborasi dengan komunitas peduli Aids dan TBC.
Ia juga menyarankan langkah pencegahan melalui kampanye dan edukasi masyarakat guna mengurangi stigma sekaligus meningkatkan deteksi dini.
Sementara untuk stunting, Amir mengarahkan agar upaya penanganannya dikolaborasikan dengan program Makan Bergizi Gratis. Program ini telah menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Upaya preventif juga perlu dilakukan dalam penanganan DBD, tidak hanya dengan fogging. Namun, juga melalui kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk,” tutupnya.
Editor AF Setiawan