Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan dengan bergerak menguat ke zona merah sebesar 1,22 persen di posisi 7.057.
Di awal perdagangan hari ini, IHSG menyentuh level 6.968,57. Meski sempat menyentuh level terendah yakni 6.921,61, namun jelang penutupan, berhasil menyentuh level tertinggi di 7.069,21.
Volume transaksi di bursa pun tercatat menyentuh 43,92 miliar saham, dengan nilai jual–beli mencapai Rp23,87 triliun. Sedangkan frekuensi yang terjadi sebanyak 2,46 juta kali diperjualbelikan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat tujuh sektor yang menguat, di antaranya sektor barang baku yang memimpin dan bergerak naik sebesar 2,92 persen, diikuti oleh sektor barang infrastruktur dan sektor keuangan yang masing-masing naik sebesar 2,66 persen dan 2,25 persen.
Sedangkan empat sektor terkoreksi yaitu sektor kesehatan yang turun paling dalam sebesar 1,42 persen, disusul oleh sektor teknologi 0,49 persen dan sektor industri yang turun ke 0,16 persen.
Adapun saham-saham yang menguat dan menjadi top gainers yaitu ENZO, ABDA, KONI, BRPT, dan NIKL. Sementara saham-saham yang mengalami pelemahan dan masuk top Losers yakni FWCT, YPAS, INDS, HERO, dan INCO.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menghijau ke Level 6.971 di Awal Mei
Pada hari ini, 342 saham mengalami penguatan dan mampu menopang IHSG, meski sebanyak 314 saham melemah. Sementara 163 saham lainnya tidak bergerak alias stagnan.
Di Bursa Asia, IHSG menjadi yang terbaik dan juara satu. Diusulkan oleh Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) yang menguat 1,12 persen, KLCI (Malaysia) 0,44 persen dan TW Weighted Index (Taiwan) menguat 0,16 persen.
Adapun saham–saham unggulan LQ45 yang juga menjadi pendorong penguatan IHSG, di antaranya saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 24,6 persen dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga melonjak 12 persen. Begitu pula dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga melonjak hingga 3,62 persen.
Melesatnya IHSG sepanjang perdagangan hari ini juga dipengaruhi oleh sentimen positif yang datang dari dalam negeri, di mana data pertumbuhan ekonomi RI pada Kuartal I–2026 diumumkan tumbuh 5,61 persen year-on-year/yoy.
Editor Siti Anisatusshalihah