Bantentv.com – Setiap menjelang Lebaran, jutaan orang pulang ke kampung halaman. Pada saat inilah lintasan Merak–Bakauheni kembali menjadi urat nadi mudik nasional. Jalur ini menentukan kelancaran tidaknya perjalanan mudik lebaran dari Pulau Jawa menuju Sumatra.
Arus Lonjakan itu tercermin dari proyeksi pemerintah. Kementerian Perhubungan memperkirakan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni akan melayani sekitar 813 ribu penumpang sebagai pelabuhan asal. Sementara sebagai pelabuhan tujuan, jumlah melonjak hingga 2,94 juta penumpang. Hal ini seiring derasnya arus pemudik dari Pelabuhan Merak, Banten.
Lonjakan ini, menurut Menhub, tidak bisa lepas dari arus pemudik yang berangkat dari Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten. Mayoritas pemudik yang berangkat dari sana lintas Sumatera.
“Angka di Bakauheni tidak berdiri sendiri. Ini satu kesatuan dengan pergerakan dari Pelabuhan Merak. Oleh karena itu, pengamanan dan operasional manajemen harus diperkuat agar mudik berjalan aman, lancar, dan nyaman,” tegas Menhub Dudy Purwagandhi, dalam Rapat Koordinasi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandar Lampung, Selasa (17/2).
Baca Juga: Kemenhub Siapkan Empat Pelabuhan di Banten untuk Mudik Lebaran 2026
Sebagai antisipasi penayangan arus mudik secara nasional, Kementerian Perhubungan menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut mencapai 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan. Kapal-kapal ini akan melayani 15 lintas penyeberangan di seluruh Indonesia.
Khusus jalur Pulau Jawa–Pulau Sumatera, pemerintah menyiapkan lima jalur penyeberangan. Jalur-jalur tersebut adalah Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera–Panjang sebagai contingency plan.
Delaying System dan Buffer Zone Diterapkan di Bakauheni
Tak hanya itu, pemerintah juga menerapkan sistem penundaan di kawasan Pelabuhan Bakauheni untuk mudik lebaran tahun ini.
Sebanyak 10 titik buffer zone disiapkan di ruas tol dan jalan arteri. Titik-titik ini akan menahan laju kendaraan agar tidak menumpuk di pelabuhan.
“Zona penyangga memanfaatkan terminal, area parkir, hingga rumah makan. Selain mengurai kepadatan, pemudik juga bisa beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” jelas Menhub.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap jalur Merak–Bakauheni, yang menjadi urat nadi penghubung Jawa dan Sumatera, tidak kembali menjadi titik krisis mudik lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya.