Bantentv.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 8 April 2026 dibuka menguat ke level Rp16.999. Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS serta mulai meredanya ketegangan geopolitik global.
Berdasarkan analisis data Doo Financial Futures, rupiah terapresiasi 106 poin atau 0,62 persen menuju level Rp16.999. Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat melemah 0,96 persen ke posisi 98,99.
Baca Juga: Dampak Tarif Impor Trump, Dolar Tembus 16.400
Rupiah Menguat Seiring Sentimen Global Positif
Penguatan rupiah terjadi seiring dengan pergerakan sejumlah mata uang Asia yang juga mengalami apresiasi terhadap dolar AS. Yen Jepang tercatat menguat 0,81 persen, dolar Singapura naik 0,58 persen, dolar Hong Kong menguat 0,06 persen, serta won Korea menguat 1,64 persen.
Selain itu, peso Filipina menguat 1,28 persen, rupee India naik 0,08 persen, dan yuan Tiongkok menguat 0,46 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia dan baht Thailand tercatat bergerak bervariasi pada perdagangan pagi ini.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, membayangkan rupiah masih berpotensi menguat dalam perdagangan hari ini. Ia menilai meredakan ketegangan geopolitik global menjadi faktor yang mendorong perbaikan sentimen pasar.
Baca Juga: IHSG Catat Rekor Baru, Ditutup Menguat ke 8.337 pada 6 November 2025
Menurutnya, keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua pekan memberikan dampak positif terhadap pasar keuangan global. Penundaan tersebut memicu penurunan harga minyak dunia yang sebelumnya menjadi salah satu faktor penekan rupiah.
“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS menyusul langkah Trump mencegah penyerangan terhadap Iran selama dua minggu, yang menyebabkan penurunan tajam harga minyak dan memulihkan sentimen pasar,” ujarnya.
Bayangkan saja rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS.
Faktor Domestik Turut Dukung Stabilitas Rupiah
Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang dari potensi peningkatan cadangan devisa (cadev) Indonesia yang dijadwalkan rilis siang ini. Setelah mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut, cadangan devisa diperkirakan kembali meningkat.
Kenaikan cadev dinilai dapat membantu menjaga stabilitas rupiah serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset domestik. Penurunan harga minyak dunia juga diperkirakan tidak mampu menekan potensi defisit neraca perdagangan dan inflasi.
Pergerakan Mata Uang Bervariasi Global
Di kawasan Asia, sejumlah mata uang menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,8 persen, dolar Singapura naik 0,6 persen, dolar Taiwan menguat 0,56 persen, dan won Korea menguat 1,68 persen.
Peso Filipina tercatat menguat 1,3 persen, rupee India naik 0,08 persen, dan yuan Tiongkok relatif stabil. Ringgit Malaysia menguat 0,99 persen, sementara baht Thailand menguat 1,42 persen.
Sementara itu, pergerakan mata uang Eropa terhadap dolar AS cenderung bervariasi. Euro melemah 0,68 persen dan pound sterling turun 0,83 persen. Sebaliknya, franc Swiss menguat 0,95 persen, krona Swedia naik 1,51 persen, serta krona Denmark menguat 0,67 persen.
Editor : Erina Faiha