Tangerang, Bantentv.com – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) diperketat pengawasannya sebagai langkah antisipasi masuk dan penyebaran virus Nipah (NiV) ke Indonesia. Upaya ini dilakukan mengingat Bandara Soetta menjadi pintu masuk utama perlintasan internasional.
Berdasarkan keterangan tertulisnya Kamis, 6 Februari 2026, Kepala Karantina Banten (Barantin Banten), Duma Sari Margaretha Harianja, mengatakan pengetatan pengawasan dilakukan sebagai respon atas potensi masuknya virus Nipah dari luar negeri. Hal ini termasuk dari India.
“Bandara Soetta merupakan strategi pintu masuk yang perlu dijaga bersama. Karantina Banten terus memperkuat pengawasan untuk mencegah masuk dan menyebarkan virus Nipah demi melindungi kesehatan masyarakat dan keamanan hayati nasional,” ujar Duma.
Berita Terkait: Heboh Virus Nipah di India! Kenali Alur Penularan, Gejala, hingga Langkah Antisipasi
Duma menjelaskan, penguatan pengawasan terfokus pada titik-titik kedatangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Strategi ini dilakukan secara terintegrasi dengan instansi terkait.
Menurutnya, Karantina Banten juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Karantina Kesehatan Manusia. Sinergi tersebut dilakukan karena virus tersebut bersifat zoonosis, yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya.
“Kami fokus pada aspek hewannya, sementara Karantina Kesehatan Manusia menangani sisi manusianya. Karena sifatnya zoonosis, pengawasan harus dilakukan bersama,” tuturnya.
Ia menegaskan, sebagai simpul utama perlintasan internasional, Bandara Soetta memerlukan sistem pengawasan kerahasiaan yang profesional. Sistem ini harus berbasis risiko, dan mengedepankan koordinasi lintas sektor.
“Kami juga memperkuat pengawasan dan bersinergi dengan Bea Cukai, Imigrasi, Kekarantinaan Kesehatan, Otoritas Bandara Angkasa Pura dan Maskapai untuk mencegah masuk dan menyebarkannya virus Nipah,” tutup Duma.