Serang, Bantentv.com – Program ketahanan pangan yang ada di desa-desa di Kecamatan Kopo menjadi contoh bagi negara-negara asing dalam melakukan studi banding.
Dalam studi banding tersebut ada empat orang dari perwakilan negara China mengunjungi Kecamatan Kopo Kabupaten Serang untuk mempelajari program ketahanan pangan.
Camat Kopo Imron mengatakan, kedatangan utusan China tersebut adalah balasan setelah beberapa kepala desa dari Kabupaten Serang belajar program pertanian di negeri Tirai Bambu tersebut.
“Jadi sekarang kunjungan-kunjungan balasan dari Cina. Tadi lokasinya di BUMDes Desa Kopo dan Desa Ranca Sumur. Kegiatannya lebih saling tukar informasi,” ungkapnya pada Minggu 16 November 2025.
Baca Juga: Polres Serang Tanam Jagung Serentak di Lima Lokasi Dukung Ketahanan Pangan
Imron menjelaskan, ada beberapa program yang menjadi perhatian negara China tersebut seperti program budidaya ikan sistem bioflog dan program ketahanan pangan jagung.
“Kalau ada atensi dari Kemendes PDT (Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal) dan Cina berarti menurut pandangan mereka sudah bagus. Cuma memang belum masif,” tuturnya.
Pihaknya berencana membuat cluster atau pengelompokan sistem ketahanan pangan agar setiap desa yang ada di wilayahnya memiliki satu lokus yang dikembangkan.
“Rencana akan kita bikin cluster mana saja BUMDes yang bergerak di bidang perikanan dan bergerak di budidaya jagung. Mudah-mudahan rencana ini bisa terjadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, ada beberapa perbedaan antara sistem pengelolaan ketahanan pangan dimana di Indonesia lebih mengandalkan energi manusia sedangkan di China lebih mengandalkan teknologi.
“Tapi di sana ada batasan musimnya, kalau kita misalkan jagung bisa setahun tiga kali panen. Kalau di China hanya bisa sekali panen, selebihnya dia mencari tanaman lain,” paparnya.
Pihaknya mengungkapkan, meski belum ada rencana kerjasama namun gagal mempertahankan program ketahanan pangan yang sudah menjadi contoh bagi negara lain.
“Tinggal mempertahankan kebagusan ini. Kalau dari sisi BUMDes kita sudah ada 10 desa yang sudah menjalankan, tinggal diintensifikasi kembali fokusnya desa ini bergeraknya di bidang apa,” jelasnya.
Editor : Erina Faiha