Lebak, Bantentv.com – Bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Lebak sepanjang Desember 2025 hingga awal Januari 2026 mengakibatkan kerusakan serius pada organisasi warga dan fasilitas umum.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 150 rumah mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Lebak saat ditemui di kantornya pada Rabu, 7 Januari 2026.
“Kategori rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat itu ada 155 sepanjang Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 lalu,” ujar Sukanta, Kepala BPBD Lebak.
BPBD Lebak telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap rumah-rumah terdampak sebagai dasar laporan resmi kepada Bupati Lebak sekaligus untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
Selain rumah warga, satu fasilitas umum di Kecamatan Cikulur juga dilaporkan mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, sebanyak 29 infrastruktur yang tersebar di beberapa kecamatan turut menimbulkan bencana yang dipicu oleh kondisi tanah yang labil akibat faktor alam.

“Ada 29 infrastruktur yang rusak, terdampak bencana,” imbuhnya.
Sukanta menjelaskan bahwa kejadian pergerakan tanah tersebut berlangsung dalam rentang waktu yang cukup panjang, sehingga memperluas dampak kerusakan.
BPBD Lebak saat ini terus melakukan inventarisasi serta koordinasi lintas sektor guna memastikan kebutuhan penanganan darurat maupun rencana rehabilitasi dapat berjalan sesuai prosedur.
Tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa. Tercatat tiga orang meninggal dunia akibat pergerakan tanah yang terjadi di beberapa lokasi terdampak.
Baca Juga: BPBD Lebak Catat 41 Kejadian Pergerakan Tanah di Lebak
BPBD Lebak juga telah menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan infrastruktur yang rusak. Berdasarkan perhitungan sementara hingga Desember 2025, estimasi biaya yang dibutuhkan mencapai puluhan miliar rupiah.
“Kita hitung sampai dengan bulan Desember 2025 lalu, kalau infrastruktur itu perlu diperbaiki memerlukan biaya sekitar Rp23 M,” katanya.
Hingga kini, BPBD Kabupaten Lebak terus memantau kondisi lapangan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi pergerakan tanah susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di awal tahun.
Editor Siti Anisatusshalihah