Bantentv.com – Penghentian sementara 1.512 dapur Program Makan Bergizi Gratis memicu temuan serius dalam evaluasi Badan Gizi Nasional. Salah satu masalah terbesar adalah belum adanya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Dony Dewantoro menyebut banyak SPPG yang belum mendaftarkan sertifikat tersebut.
Dari hasil evaluasi, tercatat 1.043 SPPG belum memiliki sertifikat higiene sanitasi.
Selain itu, 443 unit dapur MBG belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu standar kebersihan dalam operasional dapur program MBG.
“SPPG yang belum memenuhi persyaratan operasional untuk sementara dihentikan operasionalnya,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Selasa 10 Maret 2026.
Baca Juga: BGN Setop 1.512 SPPG Program MBG, Banten Terdampak 62 Unit
BGN memastikan unit yang terdampak akan mendapatkan pendampingan dan verifikasi ulang.
Sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banten ikut terdampak evaluasi Badan Gizi Nasional.
Sebanyak 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)di Banten dihentikan sementara operasionalnya.
Penghentian tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap 1.512 SPPG di wilayah II.
“SPPG akan dibuka lagi secara bertahap setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan telah terpenuhi,” kata Doni.
Baca Juga: Menu Viral Buntut Tak Layak Konsumsi, Satgas MBG Pandeglang Bakal Evaluasi Seluruh Dapur SPPG
Selain Banten, penguatan juga terjadi di beberapa provinsi lain. Diantaranya Jawa Timur 788 unit, Jawa Barat 350 unit, dan DI Yogyakarta 208 unit.
BGN menyatakan operasional dapur MBG akan kembali dibuka setelah verifikasi standar kesehatan dan fasilitas selesai dilakukan.