Serang, Bantentv.com – Usai videonya viral di media sosial yang menampilkan kekesalan Umayah terhadap PT LBI hingga merusak tembok pagar perusahaan, pihak PT LBI akhirnya melakukan penanganan dengan membuat saluran air serta menyedot genangan banjir di sekitar organisasi warga.
Meski genangan air di lingkungan tersebut mulai surut setelah dilakukan penanganan oleh PT LBI, kondisi rumah Umayah, warga Kampung Linduk, Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, mengalami kerusakan cukup parah akibat terendam banjir hampir selama dua tahun.
Umayah menjelaskan, banjir yang terjadi dalam waktu lama membuat dinding rumah menjadi rapuh, lantai rusak, serta sejumlah peralatan rumah tangga tidak dapat digunakan lagi.
Akibat kondisi tersebut, Umayah bersama suami dan tiga anaknya terpaksa mengungsi dan tinggal di rumah kerabat.
Baca Juga: Banjir Belum Surut, ratusan Warga Binuang Bertahan di Pengungsian
“Air memang sudah disedot dan dibuatkan saluran, tapi rumah saya sudah rusak. Saya berharap ada tanggung jawab dan ganti rugi dari pihak perusahaan,” kata Umayah.
Menurut Umayah, sebelum berdirinya bangunan pabrik PT LBI, wilayah tempat tinggalnya tidak pernah mengalami banjir dengan kondisi separah saat ini.
Ia menilai tertutupnya akses pembuangan udara setelah pembangunan pabrik PT LBI menjadi salah satu penyebab utama rumahnya terendam banjir dalam waktu yang lama.
Ia berharap PT LBI tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan, khususnya kerusakan rumah yang kini dinilai tidak lagi layak huni.
Hingga saat ini, Umayah dan keluarganya masih bertahan tinggal di tempat seadanya sambil menunggu kejelasan serta itikad baik dari PT LBI terkait permintaan ganti rugi atas kerusakan rumah akibat banjir tersebut.
Editor Siti Anisatusshalihah