Bantentv.com – Timnas Spanyol tidak hanya mengakhiri Piala Dunia 2026 sebagai juara, tetapi juga mencatatkan rekor impresif sepanjang turnamen. La Roja berhasil mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya setelah hanya kebobolan satu gol dari tujuh pertandingan.
Catatan tersebut menjadi salah satu rekor pertahanan terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Spanyol tercipta saat menghadapi Belgia di babak perempat final.
Lebih lanjutnya, lini belakang yang dikawal Unai Simon tampil nyaris tanpa cela hingga partai puncak.
Baca Juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Ferran Torres Bungkam Argentina di Perpanjangan Waktu
Perjalanan Spanyol menuju gelar juara berlangsung secara konsisten sejak fase grup. Tim asuhan Luis de la Fuente lolos sebagai juara Grup H sebelum menyingkirkan Austria pada babak 32 besar.
Selanjutnya, Portugal di babak 16 besar, Belgia di perempat final, Prancis di semifinal, dan akhirnya mengalahkan Argentina 1-0 lewat babak perpanjangan waktu pada laga final.
Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan kekuatan kolektif Spanyol. Mereka tidak hanya produktif di lini depan, namun juga tampil disiplin saat bertahan sehingga menjadi fondasi utama dalam perjalanan menuju gelar dunia.
Pelatih Luis de la Fuente mengaku bangga dengan pencapaian para pemainnya. Menurutnya, generasi yang dimiliki Spanyol saat ini berhasil menunjukkan kualitas, karakter, dan semangat kebersamaan sepanjang turnamen.
“Saya sangat bangga dengan generasi pesepak bola ini. Mereka tumbuh dengan semangat yang luar biasa dan menjadi contoh sebagai sebuah tim sekaligus keluarga. Mereka memiliki talenta yang hebat dan bagi saya merupakan kehormatan bisa mendampingi perjalanan mereka,” ujar De la Fuente, seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Baca Juga: Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Prancis Tumbang 0-2
Pelatih berusia 65 tahun itu juga menilai anak asuhnya sebenarnya pantas mengunci kemenangan lebih cepat pada laga final. Namun penampilan gemilang kiper Argentina Emiliano Martinez membuat pertandingan harus berlanjut hingga babak tambahan.
“Menurut saya, pertandingan seharusnya bisa kami selesaikan lebih awal. Dibu Martinez melakukan sejumlah penyelamatan luar biasa. Namun inilah final Piala Dunia. Kami harus tetap sabar, bahkan ketika lawan bermain dengan sepuluh pemain di akhir pertandingan,” katanya.
Gelar ini menjadi pencapaian bersejarah bagi De la Fuente. Pada usia 65 tahun 28 hari, ia resmi menjadi pelatih tertua yang berhasil membawa tim nasional menjuarai Piala Dunia, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang rekan senegaranya, Vicente del Bosque.
Selain itu, berakhirnya Spanyol juara Piala Dunia juga mempertegas lahirnya generasi baru sepak bola Negeri Matador.
Baca Juga: Foto Messi dan Bayi Lamine Yamal Viral Lagi, Kini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
Pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi ikut menjadi bagian dari skuad juara dunia, melanjutkan tradisi para remaja yang sukses mengangkat trofi Piala Dunia seperti Pele, Giuseppe Bergomi, dan Kylian Mbappe.
Dengan kombinasi pemain muda berbakat, organisasi permainan yang solid, serta pertahanan yang nyaris sempurna, Spanyol menutup Piala Dunia 2026 sebagai tim terbaik sekaligus mencatat salah satu perjalanan paling mengesankan dalam turnamen sejarah.