Serang, Bantentv.com – Rahmat, suami dari mahasiswi Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang yang meninggal dunia usai terjatuh dari lantai dua gedung kampus, menyampaikan keterangan terkait keseharian kematian serta harapannya kepada pihak kampus.
Menurut Rahmat, almarhumah merupakan mahasiswi semester tujuh Jurusan Manajemen Universitas Pamulang. Selain menempuh pendidikan, almarhumah juga bekerja sebagai pengajar di salah satu Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di kawasan Cikande Permai, Kabupaten Serang.
Rahmat menjelaskan, pada hari Sabtu lalu almarhumah berpamitan untuk pergi ke kampus dengan tujuan meminta tanda tangan dosen guna keperluan penyusunan skripsi.
Ia mengaku tidak memiliki apa pun sebelum menerima kabar duka tersebut.
Baca Juga: Mahasiswi Unpam Serang Meninggal Usai Terjatuh dari Gedung Kampus
Tak lama berselang, Rahmat mendapat informasi bahwa istrinya terjatuh dari lantai dua gedung kampus. Berdasarkan keterangan sementara yang diterimanya, almarhumah diduga terjatuh saat berjalan di area Gedung C yang masih dalam tahap pembangunan dan merupakan area terlarang.
“Informasi yang saya terima, istri saya diduga terjadinya baja ringan dan terjatuh dari lantai dua dengan ketinggian sekitar empat meter,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, hingga kini pihak keluarga belum mendatangi lokasi kejadian dan masih menunggu penjelasan resmi terkait kronologi peristiwa tersebut.
Almarhumah diketahui berdomisili di Kampung Combrang, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, bersama suaminya. Dari pernikahan tersebut, almarhumah meninggalkan dua orang anak yang masing-masing berusia 6 dan 8 tahun.
Baca Juga: Mahasiswa Sistem Informasi UNPAM Serang Perkuat Kompetensi Melalui Program Magang di Banten TV
Rahmat juga menyampaikan bahwa pihak kampus telah mendatangi rumah keluarga untuk menyampaikan belasungkawa.
Dalam pertemuan tersebut, beliau menyampaikan sejumlah harapan kepada pihak kampus, di antaranya penyelesaian santunan kematian hingga 40 hari, pemberian pengakuan akademik bahwa almarhumah telah menyelesaikan pendidikan strata satu sebagai Sarjana Manajemen, serta pemberian beasiswa pendidikan bagi kedua putra hingga jenjang perguruan tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kampus bersama aparat terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kejadian tersebut.
Editor : Erina Faiha