Serang, Bantentv.com – Seorang warga Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, bernama Uki, berhasil mempertahankan usaha yang telah ditekuninya selama hampir delapan tahun sebagai perajin replika unta.
Produk replika buatannya telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Bali. Uki mengatakan, usaha pembuatan replika unta tersebut mulai dirintis sejak tahun 2016–2017.
“Awalnya saya jualan angsongan kipas di acara manasik haji. Saya melihat foto orang-orang di lokasi manasik, tapi tidak ada replika untanya. Dari situ saya berinisiatif membuat replika unta,” ungkap Uki, Minggu, 8 Februari 2026.
Baca Juga: Bukan Cuma Sekedar Tonjolan Pada Tubuh, Inilah Fungsi Penting Punuk Unta
Ia menceritakan, setelah replika belum selesai dibuat dan mulai ditawarkan ke sejumlah tempat, peminatnya terus bertambah. Bahkan, banyak fotografer yang kini rutin memesan replika buatannya untuk keperluan dokumentasi kegiatan manasik haji.
“Dari situ mulai banyak yang berminat. Alhamdulillah sampai sekarang banyak fotografer yang menggunakan replika unta dan memesan ke kami,” tuturnya.

Uki menjelaskan, dalam waktu tiga hari ia mampu menyelesaikan dua replika unta, mulai dari penyusunan kerangka hingga siap dipasarkan. Dalam setahun, ia mengaku mampu menjual sekitar 80 hingga 90 unit replika unta.
“Bahan-bahannya juga sederhana, memanfaatkan limbah kayu, bambu, kawat, busa, dan kain rasfur,” jelasnya.
Baca Juga: Tradisi Kreatif Warga Lebak: Replika Binatang Sambut Maulid Nabi
Untuk harga, replika unta tersebut dijual mulai dari Rp2,2 juta hingga Rp5 juta, tergantung ukuran. Beberapa replika bahkan dirancang cukup kuat untuk ditumpangi oleh manusia.
“Penjualannya hampir ke seluruh Indonesia, seperti Samarinda, Aceh, Pekanbaru, Riau, Medan, Padang, Majalengka, Jakarta, Bandung, Sukabumi, Bali, Cirebon, Indramayu, hingga Tegal. Harganya menyesuaikan ukuran,” tutupnya.
Editor : Erina Faiha