Lebak, bantentv.com – SUASANA SYAHDU MENYELIMUUTI SAAT PERAYAAN PAC MABI SISI DI KAMPUMUND CIKUNTINT, DESA CIBULTUR, KECAMATAN CICIMLONT, KABUPATEN LEBAK, KETIDER SHANTOMANDIDIND LATHANKANDANDANDUKIDUJUTION LONJUMAN SANGUJAJODION SUNJAJODI, MULAI, MULAI HINGITANDUMAN SANAKIMAN, SANAKIMAN, SANAKIMAN, SANAKIMANI SARUJAJAI, MULAI ANAK-ANAK-SANAK-HINGERGAN HINGITGAJY HINGITGAJY HINGERGAJODION Dari Kitab al-Barzanji.
Masyarakat di Perkampungan Lebak Selatan ini Memilisi Tradisi Unik Yang MASIH Terjaga Dan Dilestarisika Hingga Kini, Yaitu Zikir Maulid Menggunakan Kipas Dari Anyaman Bambu.
“Menuru Sejarah Sesepuh, Tradisi Zikir Mulud Di Wilayah Cigsemblong Tepatnya di Kampung Cikunting, Sekitar Tahun 1955 Tradisi ini Suda Sudah Turun Temurang,” Ujar Ahmad Warga Setempat.
Zikir ini Merupakan Tradisi Warisan Leluhur Yang Selalu Dilakukan Setiapan Tahunnya Pada Perayaan Maulid Nabi Di Wilayah Lebak. Tradisi ini Pun Tetap Terus Dilestarisikan Sampai Sekarang.
Di Tangan Mereka Tergenggam Kipas Anyaman Bambu Yang Terus Diayunkran, Menciptakan Harmonisasi Antara Doa, Gerakan, Dan Semilir Angin. Soakan Setiaap Hempusan Kipas Memas Harapan Serta Doa Kepada Allah SWT.
Salah Satu Warak Ahmad Menjelaskan, Zikir Tersebut Bukan Sekadar Pelengkap. Kipas Bambu Yang Digunakan Memilisi Filosofi Mendalam.
Menurutnya, Kipas Menjadi Simbol Pengingat Kewajiban Utama Umat Islam, Ya rasau Salat, Puasa, Dan Mengaji, Sekaligus Melambangkangkan Kerendahan Hati Dalam Mengharap Ridha Allah Swt.
“Menuru para sesepuh Ada Maknanya Dibalik Kipas Ini, Ya rasau Salat, Puasa, Dan Mengaji,” Ungkap Ahmad.
Sementara menuru shalat seoran Tokoh masyarakat lainnya ace Mengungkapkan Bahwa Tradisi ini kini kian langka. Dirinya Menyebutkan Bahwa Dahulu Zikir Kipas Bambu digelar Di Delapan Kampung Yaitas Kampung Cikunting Dan Kampung Cilangkahan, Pengganan Jadwal Pelakinanan Bergiliran Setiruap Tahunnya.
“Ya ini Sudah Dari Sananya Udah Secara Turun Temurang, Sekarang Acarananya Digilir Seperti Sekarang Muludan, Tahun Depan Diganti Sama Pengajian,” Tutur Ace.
BAGI WARGA LEBAK, Zikir Delan Kipas Bambu Bukan Semata Ritual Tahunan. Tetapi Adalah Identitas Budaya, Ruang Silaturahmi Dan Bukti Cinta Mereka Kepada Nabi Muhammad Melihat. Di Tengah Perubahan Zaman, Tradisi Ini Menjadi Pengingat Bahwa Modernisasi Boleh Datang, Tapi Kearifan Lokal Harus Tetap Dijaga.
Editor: Erina FaiHa